Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

China Dilanda ‘Darurat Menikah’, Biaya Hidup Tinggi Bikin Anak Muda Enggan Berumah Tangga

Internship Radar Kediri • Selasa, 13 Mei 2025 | 05:30 WIB
China Dilanda ‘Darurat Menikah’ Biaya Hidup Tinggi Bikin Anak Muda Enggan Berumah Tangga
China Dilanda ‘Darurat Menikah’ Biaya Hidup Tinggi Bikin Anak Muda Enggan Berumah Tangga

JP Radar Kediri – Pernikahan menjadi pilihan terbesar dalam hidup seseorang saat ia memilih untuk terikat dengan pasangannya selama hidupnya. Permasalahn yang menerpa rumah tangga tentu bukanlah suatu perkara yang mudah.

Bahkan, banyak hubungan pernikahan yang harus kandas sebab permasalahan yang tidak kunjung menemukan titik terang. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa masih banyak orang belum berani untuk melangkah dan mengambil keputusan besar tersebut.

Selain bayangan permasalahan pernikahan, ekonomi yang matang juga perlu dipersiapkan untuk membangun rumah tangga. Itulah yang kini tengah terjadi di negara China.

Angka pernikahan di negeri tirai bambu yang mengalami penurunan cukup mengkhawatirkan membuat pemerintah China harus memutar otak untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Di tahun sebelumnya, angka pernikahan di China mengalami penurunan hingga 21 persen. Angka tersebut menjadi titik terendah yang dialami oleh China sepanjang sejarah. Angka pernikahan yang munurun turut berdampak pada jumlah populasi di China yang menyusut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Pemerintah China sendiri hingga kini masih terus berusaha melakukan berbagai upaya yang dapat membantu meningkatkan angka pernikahan mulai dari tunjangan-tunjangan untuk ibu hamil, cuti melahirkan dan lainnya.

Namun, biaya hidup yang masih terbilang tinggi di China akhirnya membuat banyak anak muda disana memilih untuk menunda pernikahan dan lebih fokus untuk mencari penghasilan tambahan. Selain biaya hidup, harga rumah yang jauh dari kata terjangkau dan angka pengangguran yang masih cukup tinggi, membuat anak muda disana mengulur waktu bahkan memutusakn untuk tidak menikah.

Populasi yang menurun juga akan berdampak terhadap pertymbuhan ekonomi serta tersedianya tenaga kerja. Jika jumlah masyarakat China semakin menurun, makan pemerintah pemerintah harus menyerap tenaga kerja asing seperti yang dilakukan oleh Jepang saat ini.

Apakah China akan menjadi negara yang akan menyerap tenaga kerja asing dengan membuka banyak kesempatan kerja bagi masyarakat luar seperti Jepang?

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #berita #menikah #biaya hidup #anak muda #china #Angka Kelahiran Anjlok #hari #Ini