Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tragedi dan Kontroversi di Gunung Lawu, Dari Pungli Jalur Cetho hingga Pendaki Kena Hipotermia

Internship Radar Kediri • Selasa, 13 Mei 2025 | 04:14 WIB
Gunung Lawu
Gunung Lawu

JP Radar Kediri - Gunung Lawu, yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, kembali menjadi sorotan akibat beberapa insiden yang terjadi di jalur pendakiannya. Mulai dari kasus pungutan liar (pungli) di jalur Candi Cetho, hingga pendaki yang mengalami hipotermia dan meninggal dunia, berbagai kejadian ini menarik perhatian publik dan memunculkan diskusi tentang keamanan serta pengelolaan wisata pendakian di Gunung Lawu.

Salah satu kasus yang viral di media sosial adalah pungutan liar berkedok penyewaan kain di jalur pendakian via Candi Cetho, Karanganyar. Pendaki yang melewati kawasan wisata religi Pamoksan Brawijaya diwajibkan membayar Rp5.000 untuk menyewa kain sebelum melanjutkan perjalanan.

Praktik ini menuai banyak keluhan dari pendaki, yang merasa bahwa pungutan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan dilakukan secara paksa. Setelah viral, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar segera bertindak dengan menghentikan praktik pungli tersebut.

Menariknya, setelah kasus pungli ini viral, jumlah pendaki yang memilih jalur via Candi Cetho justru meningkat tajam. Sebelumnya, rata-rata hanya 10 pendaki per hari, tetapi setelah kejadian ini, jumlahnya melonjak menjadi 25–30 pendaki per hari, bahkan mencapai 1.000 pendaki dalam satu hari pada hari Minggu (11/5).

Insiden lain pun terjadi di Gunung Lawu. Terdapat pendaki yang mengalami hipotermia. Seorang guru bernama Dwi Karyati (59) asal Salatiga mengalami hipotermia saat mendaki melalui jalur via Candi Cetho.

Dwi bersama tiga rekannya memulai pendakian pada Minggu (11/5) pagi, tetapi pada Senin (12/5) pagi, ia tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat suhu tubuh yang menurun drastis. Tim Reaksi Cepat (TRC) segera melakukan evakuasi dan berhasil menyelamatkan Dwi, yang kemudian dirujuk ke Puskesmas Jenawi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Gunung Lawu tetap menjadi destinasi favorit bagi para pendaki, tetapi berbagai insiden yang terjadi menunjukkan perlunya peningkatan pengelolaan wisata, keamanan pendakian, dan edukasi bagi pendaki. Kasus pungli yang sempat viral telah dihentikan, tetapi insiden hipotermia dan kematian pendaki menjadi pengingat bahwa pendakian gunung harus dilakukan dengan persiapan yang matang.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#gunung #pendakian #lawu