JP Radar Kediri - Masyarakat digemparkan dengan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya dan daerah sekitarnya pada hari Minggu (11/5). Gempa terjadi pada pukul 15.57 WIB, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 21 kilometer barat daya Blangpidie, pada kedalaman 45 kilometer.
Guncangan yang cukup kuat menyebabkan kepanikan di beberapa wilayah, terutama di Aceh Selatan dan Medan. Banyak warga berhamburan keluar rumah saat merasakan getaran yang berlangsung selama beberapa detik. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan terhadap dampak gempa dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan yang bisa membahayakan masyarakat.
Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di Beberapa Daerah
- IV MMI di Aceh Selatan (getaran cukup kuat, membuat benda ringan bergoyang, banyak orang merasakan guncangan).
- III–IV MMI di Medan (dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam gedung, jendela bergetar).
- II–III MMI di Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tengah (terasa seperti truk berat yang lewat, tetapi tidak menyebabkan kerusakan).
- II MMI di Banda Aceh, Aceh Tamiang, dan Nias Selatan (getaran ringan yang hanya dirasakan oleh sebagian orang).
Meski intensitas gempa cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa jam atau hari ke depan.
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar dalam lempeng Eurasia, yang merupakan bagian dari zona subduksi di wilayah Sumatra. Subduksi adalah fenomena geologi di mana lempeng tektonik saling bertabrakan, menyebabkan tekanan ekstrem yang akhirnya melepaskan energi dalam bentuk gempa bumi.
Saat gempa terjadi, banyak warga berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Beberapa sekolah dan pusat perbelanjaan di Aceh Selatan melaporkan adanya evakuasi darurat guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Pihak berwenang segera bertindak dengan menurunkan tim evaluasi untuk memeriksa potensi kerusakan infrastruktur, seperti bangunan, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan besar akibat gempa ini.
BMKG dan lembaga terkait juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti prosedur mitigasi yang disarankan.
- Menjauhi bangunan yang berisiko roboh akibat getaran gempa.
- Memeriksa struktur rumah untuk memastikan tidak ada kerusakan besar yang membahayakan.
- Menyiapkan perlengkapan darurat, seperti makanan, air, obat-obatan, dan dokumen penting dalam tas darurat.
- Mengikuti informasi resmi dari BMKG guna mendapatkan pembaruan mengenai gempa susulan dan langkah-langkah pencegahan.
Melalui sistem pemantauan gempa yang semakin canggih, masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan informasi dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga keselamatan mereka. Pihak berwenang terus memantau situasi serta memastikan tidak ada dampak besar yang dapat membahayakan warga.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira