JP Radar Kediri - Kabar menggembirakan datang dari pusat pemerintahan bagi para lulusan pendidikan keagamaan non-formal, khususnya para santri yang menempuh pendidikan tinggi di Ma’had Aly.
Melalui kesepakatan resmi yang melibatkan tiga institusi penting negara, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), pemerintah akhirnya membuka peluang besar bagi para lulusan Ma’had Aly untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), khususnya untuk formasi penyuluh agama.
Selama bertahun-tahun, kesempatan menjadi ASN untuk formasi penyuluh agama hampir secara eksklusif terbatas bagi lulusan perguruan tinggi formal seperti UIN, IAIN, atau STAIN.
Namun, dengan terbitnya kebijakan baru yang diumumkan langsung oleh Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, hal tersebut kini berubah.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2025 Segera Dibuka, Cek Link hingga Cara Daftar dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Pemerintah secara resmi mengakui ijazah Ma’had Aly sebagai salah satu syarat pendidikan yang sah dan setara untuk mengikuti seleksi CPNS pada formasi penyuluh agama.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap lembaga pendidikan pesantren, sekaligus pengakuan terhadap peran penting lulusan Ma’had Aly dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.
“Kami ingin memperluas akses kesempatan kerja di sektor pemerintahan bagi para santri yang telah mengabdikan diri dalam pendidikan keislaman. Negara tidak boleh abai terhadap kontribusi mereka,” ujar Menteri Agama Nasarudin Umar dalam keterangan pers yang disampaikan belum lama ini.
Lebih lanjut, pemerintah melalui Kemenag juga telah menetapkan alokasi formasi yang cukup besar dalam seleksi ASN tahun ini. Total terdapat 110.553 formasi yang disiapkan khusus untuk lingkungan Kemenag.
Baca Juga: Ingin Lolos CPNS 2025 Lebih Mudah? Ini Bocoran 6 Instansi Sepi Peminat Berpeluang Masuk Besar
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.772 formasi dibuka untuk jalur CPNS dan sisanya, yakni 89.781 formasi, dialokasikan untuk jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Formasi penyuluh agama menjadi salah satu yang mendapat prioritas utama mengingat pentingnya peran mereka dalam penguatan moderasi beragama dan pencegahan radikalisme.
Dengan dibukanya peluang ini, diharapkan lulusan Ma’had Aly dari berbagai penjuru daerah, termasuk dari pesantren-pesantren di wilayah Kediri dan sekitarnya, dapat mengambil bagian dalam proses seleksi yang transparan dan kompetitif ini.
Kesempatan emas ini tidak hanya membuka jalan bagi para santri untuk berkiprah di sektor pemerintahan, tetapi juga memperluas ruang kontribusi mereka dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadaban.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira