JP Radar Kediri - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga 12 Mei 2025.
Meskipun saat ini Indonesia mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, kondisi atmosfer yang tidak stabil masih dapat menyebabkan terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Periode transisi ini ditandai dengan meningkatnya frekuensi cuaca cerah di beberapa daerah, suhu udara yang relatif lebih tinggi, serta kelembapan udara yang cenderung lebih kering.
BmkgBaca Juga: Siap-siap! Musim Kemarau Makin Terasa, Ini Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Namun, ketidakpastian cuaca selama masa peralihan membuat hujan tetap mungkin terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan. BMKG menjelaskan bahwa meskipun cuaca cerah mulai mendominasi, dinamika atmosfer yang terjadi masih memungkinkan proses konveksi berlangsung.
Hal ini berarti masih ada peluang terjadinya hujan lebat di beberapa daerah, yang umumnya bersifat lokal, berdurasi singkat, namun cukup intens.
Menurut analisis terbaru dari BMKG, sejumlah wilayah masih berada dalam zona potensi hujan lebat. Warga di daerah-daerah tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selain hujan lebat, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami angin kencang serta hujan yang disertai petir, yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan darat, laut, maupun udara. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi guna mengantisipasi kondisi yang mungkin berdampak pada mobilitas dan kenyamanan mereka.
BMKG menyarankan agar masyarakat mempersiapkan langkah antisipasi, seperti memastikan drainase di sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan air, serta meningkatkan kewaspadaan bagi para pengendara yang melintasi daerah rawan hujan dan angin kencang.
BMKG juga mengarahkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi banjir diimbau untuk selalu siaga dan mengikuti perkembangan cuaca yang diumumkan oleh otoritas setempat.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira