JP Radar Kediri – Kejadian memilkukan harus dialami oleh seorang bayi perempuan di Ambarita, Kecamatn Samosir, Sumatera Utara. Bayi yang baru berusia 3,5 bulan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan kakeknya sendiri.
Korban diduga mengalami kerusakan pada bagian kemaluan karena ulah sang kakek bahkan mengalami kejang-kejang serta sesak nafas.
Sang ibu yang mengetahui fakta menyedihkan itu tidak kuasa menahan kesedihannya. Ibu dari bayi tersebut pun mencoba untuk melakuakn visum untuk mengetahui kondisi kemaluan sang putri agar bisa membawa pelaku ke ranaha hukum untuk diadili.
Namun, keadlian masih belum ia dapatkan. Sang ibu menaruh curiga Pihak kepolisian setempat telah disuap oleh pelaku.
Cerita tentang apa yang menimpa bayi malang tersebut terekam dan tersebar luas dimedia sosial. Warganet bahkan turut merasakan kesedihan sang ibu yang berusaha terlihat tenang dan tegar saat menceritakan apa yang terjadi pada bayinya meskipun hatinya benar-benar terluka.
Ibu dari bayi mengatakan, jika hasil visum yang keluar benar menunjukkan danya kerusakan pada bagian kemaluan putrinya, ia akan membawa kasusu tersebut ke Kapolda bersama dengan media untuk mendampingi.
Sang ibu juga bercerita tentang pengalaman pahit yang harus diterimanya tidak sebanding dengan apa yang harus dialami oleh putri kecilnya itu.
Dulu, saat kandungannya memasuki usia 6 bulan, Suami yang seharusnya mendampingi dan berada di sisinya berselingkuh dengan perempuan lain. Ia tak kuasa menahan tangi saat melihat putri kesayangannya harus mengalami kejadian mengerikan yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Bahkan pelaku merupakan orang terdekat korban sendiri.
"Pas hamil 6 bulan suami saya selingkuh, ya Allah penderitaanku, ini (bayi) lebih menderita, ngeri lah bu nangisnya itu sampai kejang-kejang, nafasnya sesak," ujar sang ibu bayi dengan pilu.
Warganet yang mendengar peristiwa memilukan yang menimpa anak sekecil itu meminta agar pihak berwajib bertindak dan memberikan keadilan kepada bayi yang menjadi korban pencabulan itu.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira