Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bank Dunia Sebut 172 Juta Masyarakat Indonesia Masih Miskin, Begini Perbandingannya dengan Negara Tetangga

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 1 Mei 2025 | 20:12 WIB
Ilustrasi pemukiman warga yang tergolong tidak mampu
Ilustrasi pemukiman warga yang tergolong tidak mampu

JP Radar Kediri– Meski perekonomian nasional terus menunjukkan tren pemulihan pascapandemi, namun laporan terbaru yang dirilis Bank Dunia justru mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam laporan bertajuk Macro Poverty Outlook edisi April 2025, disebutkan bahwa sekitar 60,3 persen atau setara dengan 172 juta penduduk Indonesia masih hidup dalam kondisi miskin jika mengacu pada standar kemiskinan global.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk miskin tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara, hanya kalah dari Laos yang mencatatkan angka lebih tinggi yakni 68,5 persen dari total populasinya.

Standar kemiskinan internasional yang digunakan dalam laporan ini adalah pengeluaran sebesar US$6,85 per kapita per hari atau jika dikonversikan ke dalam rupiah sekitar Rp115 ribu per hari. Warga yang hidup dengan pengeluaran di bawah jumlah tersebut dikategorikan sebagai miskin secara global.

Perbandingan dengan negara-negara tetangga memperlihatkan posisi Indonesia yang cukup tertinggal dalam hal pengentasan kemiskinan. Malaysia, misalnya, hanya mencatat 1,3 persen penduduknya yang masuk kategori miskin menurut standar tersebut.

Sementara Thailand berada di angka 7,1 persen, Vietnam 18,2 persen, dan Filipina 50,6 persen. Ini menunjukkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia masih sangat besar, meskipun berbagai program bantuan sosial telah digelontorkan oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2024 tercatat sebanyak 24,06 juta jiwa, atau setara 8,57 persen dari total populasi nasional. Namun demikian, perbedaan angka ini disebabkan oleh perbedaan metodologi yang digunakan, di mana BPS menggunakan standar garis kemiskinan nasional yang lebih rendah dibandingkan standar Bank Dunia.

Dalam laporan yang sama, Bank Dunia turut memproyeksikan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia akan mengalami penurunan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun 2025 diperkirakan angka kemiskinan akan turun menjadi 58,7 persen, lalu menurun lagi menjadi 57,2 persen pada tahun 2026, dan 55,5 persen pada tahun 2027.

Meski demikian, proyeksi tersebut tetap menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia masih berada dalam kelompok rentan secara ekonomi.

Melihat kondisi ini, pemerintah dinilai perlu mengambil langkah yang lebih strategis dan berkelanjutan dalam mengentaskan kemiskinan, tidak hanya melalui bantuan langsung tunai, tetapi juga dengan memperkuat sektor ekonomi produktif, memperluas lapangan kerja, serta memastikan akses pendidikan dan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#ekonomi #masyarakat #Kemiskinan akut #bi