Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harus Mengebor Sumur Lebih Dalam Lagi, Dewan Tindaklanjuti Kasus Pencemaran Air Plosoklaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 1 Mei 2025 | 10:00 WIB
Komisi III DPRD Kabupaten Kediri kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait pencemaran belasan sumur warga Dusun/Desa Plosolor, Plosoklaten.
Komisi III DPRD Kabupaten Kediri kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait pencemaran belasan sumur warga Dusun/Desa Plosolor, Plosoklaten.

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait pencemaran belasan sumur warga Dusun/Desa Plosolor, Plosoklaten.

Hasilnya, para wakil rakyat merekomendasikan untuk melakukan pengeboran sumur yang lebih dalam lagi.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Totok Minto Leksono mengatakan, pihaknya kembali memanggil ppihak terkait.

Di antaranya perwakilan PT Sinergi Gula Nusantara Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho. “Tadi (kemarin, Red) kami bahas hasil uji laboratorium,” kata Totok.

          Seperti diberitakan, dari tujuh sampel air tercemar yang diuji, hanya satu yang memenuhi baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 2/2023. Namun, sumber cemaran hingga kemarin masih belum diketahui.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri masih akan melanjutkan pengujian. Termasuk meminta bantuan dari tim DLH Provinsi Jatim.

          Totok memastikan dewan akan terus mengawal agar warga bisa kembali mendapat air bersih. Dia menilai pemberian bantuan air bersih hanyalah solusi sementara. Dewan mendorong agar ada solusi permanen.

"Kalau menunggu bantuan sampai kapan bantuannya? Apakah terus dibantu kan nggak mungkin?" lanjut politisi Partai Gerindra itu dengan nada tanya.

          Untuk diketahui, sebelumnya PT SGN sudah melakukan pengeboran sumur dengan kedalaman sumur 12 meter. Saat itu ditemukan air bersih tidak berwarna dan tidak berbau. Sayangnya, setelah didiamkan semalam ternyata airnya jadi keruh dan terdapat endapan minyak.

Merespons hasil tersebut, Totok meminta agar PT SGN mengebor sumur lebih dalam lagi. "Dicari titik sumber air yang bisa dikonsumsi. Dengan cara ngebor lebih dalam. Berikutnya diuji laboratorium,” terang Totok sembari menyebut jika hasil uji menunjukkan layak diminum, otomatis bisa diminum.

          Terkait anggaran pengeboran sumur, menurut Totok menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) PT SGN. Jika diperlukan dana tambahan, menurut Totok dewan akan meminta pemkab menggelontor anggaran.

"Ada masalah apa saja, musibah apa saja, pemerintah harus hadir," tandasnya.

Terpisah, Bintoro Edi, 38, salah satu perwakilan warga mengatakan warga menunggu pengeboran lanjutan. Dia berharap hal tersebut bisa dilakukan secepatnya. "Dari dewan dan dinas juga mau tinjau lokasi dulu secepatnya," ungkapnya.

Terpisah, Manajer Keuangan dan Umum PT SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho Ardi Meidianto Putra menyebut, meski sumber cemaran belum diketahui, pihaknya konsisten memberi bantuan air bersih.

“Yang kami tangkap sampai dengan posisi tadi (30/4) terkait sumber pencemarannya masih belum bisa ditentukan karena terlalu banyak faktor yang saling bertentangan untuk diambil kesimpulan sumbernya berasal dari mana,” jelas Ardi sembari menyebut pihaknya akan mendiskusikan langkah selanjutnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #dprd kediri #plosoklaten #pencemaran air