Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pelatih Futsal yang Viral Banting Siswanya di Surabaya Berakhir Damai

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 1 Mei 2025 | 04:57 WIB
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang melibatkan pelatih futsal di Surabaya berakhir dengan perdamaian.
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang melibatkan pelatih futsal di Surabaya berakhir dengan perdamaian.

JP Radar Kediri - Dunia olahraga pelajar di Surabaya dikejutkan dengan insiden tak terduga yang viral di media sosial. Seorang pelatih futsal dari salah satu SD di Surabaya tertangkap kamera membanting seorang siswa kelas 5 SD usai pertandingan.

Aksi kekerasan ini memicu kecaman luas, namun akhirnya berujung damai setelah proses mediasi antara kedua belah pihak.

Kejadian bermula saat laga futsal antar-SD yang digelar di kawasan Surabaya Selatan, Sabtu (26/4). Usai pertandingan yang berlangsung sengit, salah satu pemain dari tim lawan melakukan selebrasi kemenangan.

Pelatih berinisial BAZ, yang tampak emosi karena kekalahan timnya, tiba-tiba menarik siswa lawan berinisial BAIM dan membantingnya ke lantai.

Video berdurasi kurang dari satu menit itu langsung menyebar cepat di media sosial dan grup-grup WhatsApp orang tua murid. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas tubuh BAIM terangkat sebelum dijatuhkan ke lantai lapangan.

Korban yang masih berusia 11 tahun itu sempat mengerang kesakitan dan dilarikan ke rumah sakit oleh orang tuanya. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan ada cedera serius di tulang ekor.

Keluarga BAIM langsung melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Surabaya. Proses hukum sempat berjalan intens, dengan polisi memeriksa tujuh saksi, termasuk guru, panitia lomba, dan peserta lain.

Namun, di tengah penyelidikan, muncul kabar bahwa orang tua korban memilih untuk mencabut laporan dan menempuh jalur damai.

“Setelah melalui istikharah dan pertimbangan mendalam, kami memilih memaafkan. Bukan karena tidak sakit hati, tapi kami ingin memberikan teladan tentang arti pemaafan di tengah masyarakat,” ujar Ali Muhjayin, ayah BAIM.

Langkah keluarga korban ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Dalam pernyataannya, Eri menegaskan bahwa meski proses pidana dihentikan, Pemerintah Kota Surabaya tetap akan menindak pelatih BAZ secara administratif.

“Kami tidak ingin ada kekerasan dalam pendidikan dan olahraga anak-anak. Siapa pun yang melakukan, tetap akan diberi sanksi.Tapi kami juga hormati keputusan damai yang diambil kedua belah pihak,” kata Eri.

Pelatih BAZ sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban. Ia mengaku khilaf dan terbawa emosi sesaat.

“Saya benar-benar menyesal. Ini pelajaran besar bagi saya sebagai pelatih dan sebagai pribadi,” ungkapnya singkat saat ditemui usai mediasi.

Meski kasus ini telah berakhir damai, banyak kalangan mendorong agar dunia olahraga pelajar di Surabaya dievaluasi ulang, terutama terkait pendekatan para pelatih terhadap anak-anak.

Psikolog pendidikan menekankan pentingnya pelatih memiliki kemampuan mengelola emosi dan memahami batas antara pembinaan dan kekerasan.

Sementara itu, BAIM masih dalam masa pemulihan dan belum kembali bersekolah. Pihak keluarga berharap anak mereka bisa kembali bersemangat dan tidak trauma dengan kejadian tersebut.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #viral #berita hari ini #eri cahyadi #pertandingan #surabaya