Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun Tol Cisumdawu hingga Kondisi Korban, Ternyata Dipicu Gara-Gara Ini

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 30 April 2025 | 18:39 WIB
Sabtu (30/11/2024) sore, sekitar pukul 16.30 WIB, terjadi kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan di Tol Cisumdawu Kilometer 178.
Sabtu (30/11/2024) sore, sekitar pukul 16.30 WIB, terjadi kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan di Tol Cisumdawu Kilometer 178.

JP Radar Kediri - Sabtu sore yang semestinya menjadi momen kembali ke rumah dengan tenang, justru berubah menjadi kepanikan dan jeritan darurat di ruas Tol Cisumdawu.

Sekitar pukul 16.30 WIB, di kilometer 178, tepatnya di wilayah Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, terjadi insiden beruntun yang melibatkan empat kendaraan sekaligus.

Kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh genangan air di badan jalan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang.

Baca Juga: Update! Polisi Libatkan Tim Ahli untuk Selidiki Kecelakaan di Wahana Pendulum 360 Jatim Park 1

Awalnya, Honda Brio bernopol D 1276 ACP yang dikemudikan oleh Sariman (45), warga Bandung, melaju dari arah Cileunyi menuju Dawuan dalam kondisi hujan deras. Jalanan lurus yang tampak tenang itu ternyata menyimpan jebakan.

Mobil kecil berwarna putih tersebut melintasi genangan air cukup dalam di lajur dua. Dalam hitungan detik, mobil hilang kendali, tergelincir, lalu terguling di tengah lajur tol. Sariman berhasil keluar dari kendaraan dengan luka ringan. Namun belum sempat lega, bahaya lain mengintai dari belakang.

Tak lama berselang, Daihatsu Grand Max yang dikemudikan oleh Samsul Hidayat (38), warga Indramayu, melambatkan laju kendaraan dan menepi ke bahu jalan. Niatnya mulia, hendak menolong korban di Brio yang terguling.

Baca Juga: Festival Songkran 2025 di Thailand Berujung Duka, 200 Orang Meninggal karena Kecelakaan

Ia sempat berlari kecil mendekat, berharap bisa memberikan pertolongan pertama.

Namun di saat itulah, mobil Nissan warna hitam dengan penumpang tiga orang, yang dikemudikan Dudi Rahmat Susatyo Sigit (50), melaju dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Diduga karena kurang antisipasi serta kondisi jalan yang licin, mobil tersebut tak sempat menghindar dan langsung menghantam Honda Brio yang sudah dalam posisi terguling.

Benturan keras itu membuat Brio terdorong ke depan. Bak efek domino, mobil Brio kemudian menabrak Grand Max milik Samsul yang saat itu sedang melaju pelan di lajur satu.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus Rombongan Bonek di Jalan Tol Pekalongan, Satu Orang Tewas  

Tak sampai di situ, Grand Max yang terdorong ikut menabrak satu lagi kendaraan, yakni Daihatsu Grand Max bernopol B 9363 SCL, yang sedang berhenti di bahu jalan.

Empat kendaraan pun ringsek. Beberapa bahkan hampir menutup dua lajur tol.

Akibat kecelakaan beruntun tersebut, dua orang mengalami luka-luka cukup serius. Mereka adalah Nina Mulyani (41), seorang ibu rumah tangga asal Majalengka yang merupakan penumpang mobil Nissan, serta Rahmat Hidayatulloh (39), sopir Grand Max asal Jakarta Barat.

Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Seksi Humas Polres Sumedang, IPTU Awang Munggardijaya, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Ribuan Bidang Lahan Pertanian Kena Proyek Tol, Ini yang Dilakukan Pemkab Kediri Agar Indek Pertanian Tetap Meningkat

Menurutnya, kecelakaan disebabkan faktor cuaca dan kondisi jalan yang tidak ideal. "Diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi genangan air cukup dalam. Akibatnya, kendaraan tergelincir dan memicu tabrakan beruntun," ujarnya.

IPTU Awang juga mengimbau kepada para pengemudi agar lebih waspada ketika melintasi jalan tol, apalagi saat hujan deras mengguyur. "Tetap jaga jarak aman, kurangi kecepatan, dan pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima," tambahnya.

Petugas dari Sat PJR Tol Cisumdawu dan Polda Jawa Barat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengevakuasi kendaraan yang ringsek.

Arus lalu lintas sempat tersendat hingga dua jam, sebelum akhirnya kembali normal setelah kendaraan ditarik menggunakan mobil derek.

Baca Juga: Innalillahi ! Mahasiswi asal Palu ini Meninggal Kecelakaan saat Perjalanan Mudik

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa berkendara di jalan tol bukan berarti bebas risiko. Meskipun jalanan tampak mulus dan lebar, namun kondisi cuaca serta kecepatan tinggi bisa menjadi kombinasi mematikan jika tidak disertai kewaspadaan ekstra.

Dinas Perhubungan dan pengelola tol pun diminta segera mengevaluasi sistem drainase di ruas tol tersebut.

Genangan air yang seharusnya bisa diatasi, justru menjadi pemicu insiden yang mengancam nyawa.

Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau agar tidak lengah di balik kemudi. Sebab, keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga menyangkut nasib sesama pengguna jalan. Dan seperti yang selalu dikatakan: "lebih baik terlambat, daripada tidak pernah sampai."

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kecelakaan beruntun #tol cisumdawu #radar kediri terkini