JP Radar Kediri– Dunia pendidikan di Surabaya kembali digegerkan oleh sebuah insiden yang memprihatinkan.
Seorang pelatih futsal di salah satu sekolah dasar (SD) di Surabaya kedapatan melakukan tindakan kekerasan terhadap siswanya sendiri saat sesi latihan.
Aksi tersebut terekam kamera dan videonya dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan publik dan perhatian serius dari berbagai pihak.
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, terlihat jelas bagaimana sang pelatih, yang diketahui berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sekaligus guru mata pelajaran pendidikan jasmani, melakukan tindakan kekerasan dengan membanting salah satu siswanya ke lantai di depan teman-teman sekelasnya.
Beberapa siswa lainnya tampak ketakutan dan tidak berani melerai kejadian tersebut.Menanggapi kejadian ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya langsung turun tangan.
Kepala Dinas Pendidikan, Yusuf Masruh, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan sudah menjatuhkan sanksi awal berupa larangan mengajar kepada pelatih tersebut.
“Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Saat ini, yang bersangkutan sudah tidak diperbolehkan melakukan kegiatan mengajar di sekolah. Proses pembinaan dan pendalaman akan terus kami lakukan,” jelasnya kepada awak media.
Tak hanya itu, orang tua siswa korban juga sudah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya.
Mereka berharap agar aparat penegak hukum bisa memproses kasus ini secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mengingat tindakan kekerasan fisik di lingkungan pendidikan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.
Pihak sekolah pun telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua korban dan berjanji akan lebih selektif dalam memilih tenaga pengajar serta pembina kegiatan ekstrakurikuler di masa mendatang.
Dinas Pendidikan Surabaya juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh guru maupun pelatih yang bertugas di lingkungan sekolah, demi menjamin kenyamanan dan keamanan siswa dalam mengikuti proses belajar dan kegiatan di sekolah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira