Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mas Dhito Kerja Sama Pembelian Gabah dengan Pemprov DKI Jakarta, Harga Panenan Stabil, Petani Kediri Tak Risau Lagi

Sri Utami • Rabu, 30 April 2025 | 11:30 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (tengah) bersama pejabat forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian dan PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan panen padi di Desa Mekikis, Purwoasri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (tengah) bersama pejabat forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian dan PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan panen padi di Desa Mekikis, Purwoasri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus menelurkan berbagai terobosan untuk memastikan para petani di Kabupaten Kediri semakin sejahtera.

Yang terbaru, pemimpin muda itu menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membeli gabah panenan petani Kabupaten Kediri.

Adalah PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) yang digandeng oleh BUMD Canda Bhirawa dan kelompok tani Kabupaten Kediri untuk membeli panenan padi petani. Penandatanganan nota kesepahaman antara beberapa pihak itu dilakukan pada Rabu (23/4) lalu.

          Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, setiap tahunnya komoditas beras di Kabupaten Kediri selalu surplus. Artinya, produksi padi melebihi kebutuhan konsumsi di Bumi Panjalu.

          Hingga Maret ini, Kabupaten Kediri mengalami surplus panenan

79 ribu ton. Di sisi lain, kebutuhan beras PT Food Station Tjipinang Jaya setiap bulannya mencapai 82 ribu ton.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, badan usaha milik Pemprov DKI Jakarta itu menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah produsen beras di Jawa Timur. Salah satunya dengan Kabupaten Kediri.

"Tentunya (dengan kerja sama, Red) saat musim panen dan harga tidak stabil, panenan teman-teman petani tetap bisa diserap oleh PT Food Station Tjipinang Jaya," katanya.

          Mengawali kerja sama antara Pemkab Kediri dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, pada Rabu lalu telah dilakukan pengiriman beras PK1 sebanyak 40 ton. Dibeli dengan harga Rp 10.800 per kilogram (kg).

          Dengan kepastian harga tersebut dan jumlah beras yang akan diserap oleh PT Food Station Tjipinang Jaya setiap bulannya, diharapkan bisa lebih memacu semangat petani padi di Kabupaten Kediri untuk terus menanam bahan pokok itu.

"Sekarang tuntutannya kami kembalikan ke petani, untuk bisa meningkatkan produksi panennya supaya kesejahteraan mereka bisa meningkat," papar Mas Dhito.

          Untuk diketahui, untuk memenuhi kebutuhan beras, PT Food Station Tjipinang Jaya akan bermitra dengan petani di Kabupaten Kediri lewat kelompok tani dan kelompok usaha bersama (KUB).

Mitra diminta membeli gabah kering petani seharga Rp 6.500 per kg, atau sama dengan harga pembelian Bulog.

          Dengan demikian, problem klasik berupa harga panenan padi petani yang jeblok saat panen raya tidak lagi terjadi. Sebab, panenan padi petani akan langsung terserap PT Food Station dengan harga yang tetap. Selebihnya, Bulog Cabang Kediri juga mengoptimalkan penyerapan panenan petani dengan harga Rp 6.500 per kg.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #pemkab kediri #petani kediri #Pemprov DKI Jakarta