Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral! Perempuan Jadi Korban Pengeroyokan di Depan Mapolsek Bukitraya Pekanbaru, Respon Polisi jadi Sorotan Warganet

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 23 April 2025 | 18:05 WIB
Seorang Perempuan Jadi Korban Pengeroyokan di Depan Mapolsek Bukitraya Pekanbaru, Respon Polisi jadi Sorotan Warganet
Seorang Perempuan Jadi Korban Pengeroyokan di Depan Mapolsek Bukitraya Pekanbaru, Respon Polisi jadi Sorotan Warganet

JP Radar Kediri – Seorang perempuan dikeroyok puluhan debt collector tepat di depan Mapolsek Bukitraya, Pekanbaru pada Sabtu (19/4) dini hari pukul 00.30 WIB.

Pengeroyokan ini terjadi saat korban, Ramadhani Putri (31) berusaha menyelamatkan diri dari para debt collector dengan pergi ke kantor polisi.

Dalam video yang beredar di media sosial memperihatkan aksi para pelaku yang memukul mobil korban dengan kayu, batu, bahkan helm. Akibatnya kaca mobil belakan pecah dan bodi mobil korban mengalami kerusakan parah.

Pelaku pengeroyokan yang menganku berasal dari kelompok debt collector bernama Fighter, mengejar korban dan mengeroyoknya saat tiba di depan Mapolsek Bukitraya.

Sayangnya, polisi yang sedang piket saat itu tidak menolong korban dan hanya merekam insiden tersebut dengan alasan kalah jumlah dan lemah.

Kapolsek Bukitraya Kompol Syafnil membenarkan insiden ini. Ia mengatakan bahwa ada empat orang polisis di tempat kejadian namun mereka hanya melihat dan merekam saja.

“Di situ ada anggota polisi empat orang. Mereka ini sama rombongan debt collector Fighter itu. Cuma mereka melihat saja dan merekam video, tidak ada yang mau menolong,” jelasnya, Senin (21/4).

Syafnil menjelaskan bahwa anggotanya yang sedang piekt tersebut tidak mampu melerai karena kalah jumlah dan dalam kondisi fisik yang lemah.

“Anggota saya yang sedang piket ini sudah berusaha membantu, tapi kalah jumlah. Apalagi, anggota piket sudah tua-tua dan sakit-sakitan. Ada yang sakit gula, hipertensi, saraf terjepit, dan ada yang bahunya sudah dipasang pen,” terangnya.

Akibatnya Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mencopot Syafnil dari jabatannya sebagai bentuk evaluasi. Ia mengaku merasa malu dengan insiden tersebut yang telah merusak harga diri polisi.

“Mutasi terhadap Kapolsek Bukitraya adalah langkah tegas yang diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas kepemimpinan, pengawasan, dan respons, dalam penanganan situasi di wilayah hukumnya,” ujar Henry.

Saat ini emmpat pelaku telah ditangkap oleh tim gabungan kepolisian, dan 7 pelaku lainnya masih DPO.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #pekanbaru #debt collector #berita hari ini #bukitraya #mapolsek