JP Radar Kediri - Sekelompok pemuda mendatangi sebuah klinik dan membuka paksa pintu klinik tersebut di kawasan Medan Marelan, Kota Medan, pada Sabtu (19/4).
Mereka mendatangi klinik tersebut dengan tujuan untuk menolong salah satu temannya yang terluka akibat tawuran.
Dalam video yang beredar di sosial media, terlihat sekitar sepuluh orang pemuda berdiri di depan sebuah klinik.
Beberapa dari mereka mendobrak dan menendang pagar besi di klinik tersebut. Mereka melempari kanopi atap klinik dengan batu.
Bidan Juwita Desrianti, pemilik klinik, menjelaskan bahwa ia tidak membukakan pintu klinik lantaran tindakan para pemuda yang kurang sopan.
Baca Juga: Geng Motor di Tuban Bentrok dengan Warga, Polisi Masih Memburu Pelakunya
“Bukan gak mau nolongin. Bukan tidak berempati antar manusia. Tapi tindakan mereka juga tidak pantas,” tulis Bidan Juwita dalam akun media sosialnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ia tidak berani memberikan pertolongan karena takut membuka kliniknya di jam rawan.
“Ugal-ugalan di jalan raya. Gank motor yang meresahkan. Tawuran antar gank. Dan pastinya sebagai manusia biasa, kami juga tidak berani memberikan pertolongan (buka klinik di jam rawan),” lanjut Bidan Juwita.
Karena tak kunjung dibukakan pintu, sekelompok pemuda tersebut memilih untuk pergi dan mencari pertolongan lain untuk mengobati temannya.
Hal ini pun memicu berbagai reaksi dari para netizen. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan keberadaan aparat keamanan di kawasan tersebut, terutama saat malam hingga dini hari.
Baca Juga: Fenomena Sound Horeg Kini Diakui Secara Resmi, Kemenkumham Jatim Beri Hak Kekayaan Intelektual
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian setempat mengenai kejadian tersebut.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira