JP Radar Kediri - Film animasi Jumbo telah memicu perdebatan di kalangan orang tua dan kritikus film, terutama terkait dengan adegan yang dianggap kurang sesuai untuk anak-anak.
Salah satu aspek yang menuai kritik adalah adanya adegan komunikasi dengan hantu melalui radio, yang menurut sebagian orang tua dapat membingungkan anak-anak dan mendorong mereka untuk mempercayai hal-hal yang tidak realistis.
Beberapa orang tua merasa bahwa film ini tidak sepenuhnya cocok untuk anak-anak di bawah usia enam tahun karena elemen fantasi yang dianggap terlalu ekstrem. Mereka berpendapat bahwa anak-anak pada usia tersebut masih dalam tahap perkembangan kognitif yang membuat mereka sulit membedakan antara realitas dan imajinasi.
Mereka khawatir bahwa adegan seperti komunikasi dengan hantu dapat mempengaruhi cara berpikir anak-anak dan menimbulkan pertanyaan yang sulit dijawab oleh orang tua.
Selain itu, kritik juga datang dari perspektif pendidikan. Beberapa pihak berpendapat bahwa film animasi seharusnya memberikan nilai edukatif yang jelas dan tidak hanya mengandalkan fantasi tanpa batas.
Mereka berargumen bahwa meskipun fantasi adalah bagian penting dari dunia anak-anak, ada batasan yang perlu diperhatikan agar tidak menciptakan kebingungan atau ketakutan yang tidak perlu.
Namun, di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa tanggung jawab utama dalam menyaring tontonan anak-anak tetap berada di tangan orang tua. Mereka menekankan bahwa orang tua seharusnya lebih aktif dalam mendampingi anak-anak saat menonton film dan menjelaskan mana yang merupakan bagian dari cerita fiksi dan mana yang merupakan kenyataan.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa film Jumbo telah menjadi topik diskusi yang cukup luas, dengan berbagai sudut pandang yang berbeda mengenai dampaknya terhadap anak-anak.
Pada akhirnya, keputusan untuk menonton atau tidak menonton film ini tetap berada di tangan orang tua, yang perlu mempertimbangkan apakah kontennya sesuai dengan nilai dan prinsip yang mereka ajarkan kepada anak-anak mereka.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira