Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Blokade Akses Peternakan Babi di Bantul Jogja, Peternak Babi Beri Pengakuan Seperti Ini

Anwar Bahar Basalamah • Sabtu, 19 April 2025 | 00:52 WIB
Ilustrasi peternakan babi.
Ilustrasi peternakan babi.

BANTUL, JP Radar Kediri - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga Plumutan, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul pada Selasa (15/4/2025) lalu berlanjut dengan tindakan blokade terhadap akses keluar-masuk rumah peternak babi, Yohanes Nindarto.

Tindakan ini mengakibatkan mobilitas keluarga Nindarto terbatas dan upaya pengurangan populasi babi melalui penjualan terhambat.

Nindarto mengungkapkan, para pembeli merasa takut untuk datang ke rumahnya.

"Pembeli saya takut untuk datang ke rumah," ujarnya seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Jogja pada Jumat (18/4/2025).

Warga melakukan blokade dengan menggunakan kayu, sampah, dan bahkan pohon pisang untuk menutup berbagai pintu masuk ke peternakan.

Sejak blokade dimulai, keluarga Nindarto merasa terkurung dan ketakutan.

Anak-anaknya tidak bisa berangkat ke sekolah, dan istrinya tidak dapat menjalankan aktivitas jualan seperti biasanya.

Bahkan, anggota keluarga besar mereka enggan untuk menjenguk karena situasi yang mencekam. "Kami sekeluarga merasa drop dan orang yang mau membeli babi kami takut semua," tambah Nindarto.

Meskipun demikian, Nindarto berusaha untuk mengurangi populasi babi di peternakannya.

Pada Kamis (17/4/2025), dia berhasil menjual beberapa ekor babi, meskipun harus menjual yang masih menyusui. Saat ini, hanya tersisa tujuh ekor babi yang belum terjual, dan pembeli enggan membeli karena kondisi babi yang hamil.

Nindarto menegaskan, mengikuti arahan dari Bupati Bantul dan berkomitmen untuk mengurangi jumlah babi di peternakannya. Dia telah berkoordinasi dengan Panewu Bambanglipuro, Tri Manora, dan Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto, mengenai situasi ini.

Irwan Ghosong, saudara Nindarto, menjelaskan, Nindarto telah menjadi peternak selama puluhan tahun. Meskipun baru mulai beternak babi sejak 2021.

Sebelumnya, dia adalah peternak ayam yang memiliki izin dan tidak pernah mengalami masalah dengan warga.

"Namun, baru saat saudara saya beternak babi, warga berdemo tanpa memberikan solusi," keluhnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#blokade akses jalan #peternak #aksi demonstrasi #jogja #bantul #peternakan babi