JP Radar Kediri - Keceriaan di wahana wisata keluarga Jatim Park 1, Kota Batu, mendadak berubah menjadi kepanikan dan keprihatinan.
Selasa sore (8/4/2025) sekitar pukul 16.05 WIB, seorang remaja laki-laki berinisial RDP, usia 14 tahun, warga asal Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mengalami kejadian nahas saat menaiki salah satu wahana ekstrem di lokasi tersebut, yakni 360° Pendulum.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Kediri dari berbagai sumber menyebutkan bahwa korban semula datang bersama rombongan keluarganya untuk menikmati libur tengah pekan.
RDP memutuskan mencoba wahana ekstrem berbentuk ayunan raksasa yang berputar 360 derajat tersebut, dan menempati kursi nomor 5. Sebelum permainan dimulai, operator wahana telah menjalankan prosedur keamanan standar—memastikan semua pengaman dan sabuk pengikat dalam posisi terkunci.
Namun nahas, selang sekitar lima menit setelah wahana mulai beroperasi, sabuk pengaman yang dikenakan RDP diduga terlepas.
Akibatnya, tubuh remaja tersebut tampak terombang-ambing tak stabil saat wahana terus bergerak cepat. Pada salah satu ayunan, korban tak mampu lagi bertahan dan akhirnya terlepas dari dudukannya. Ia terhempas ke bawah dari ketinggian sekitar dua meter.
Panik langsung menyelimuti area wahana. Petugas dan pengunjung lain segera berupaya memberikan pertolongan. Korban masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi oleh tim medis internal dari Klinik Jatim Park 1.
Namun, dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka serius pada bagian kaki dan tangan. Korban langsung dirujuk ke RS Baptis Kota Batu untuk pemeriksaan lanjutan, dan akhirnya dipindahkan ke RS Persada Hospital di Kota Malang.
Pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa korban mengalami patah tulang cukup parah, tepatnya pada dua tulang betis kaki kanan.
Tak hanya itu, dua jari tangan kanan—yakni jari tengah dan jari manis—juga mengalami patah akibat benturan keras saat jatuh.
Baca Juga: Diduga Rekam Diam-Diam Mahasiswi Mandi, Dokter Muda PPDS di Jakpus Jadi Tersangka
Manajemen Jatim Park 1 langsung merespons cepat kejadian tersebut. Melalui keterangan resmi, pihak pengelola menyatakan bertanggung jawab penuh atas penanganan medis dan pemulihan korban.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berjanji akan memberikan pendampingan hingga proses pemulihan selesai secara menyeluruh.
Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsuddin, melalui Kasatreskrim AKP Rudi Kiswoyo, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menutup sementara operasional wahana 360° Pendulum untuk keperluan penyelidikan. “Kami sudah memeriksa enam orang saksi, termasuk operator wahana dan pihak manajemen. Saat ini masih dalam proses pendalaman terkait penyebab pasti terlepasnya sabuk pengaman korban,” ujarnya.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak, terutama pengelola tempat hiburan dan wisata ekstrem, agar lebih teliti dan ketat dalam hal prosedur keselamatan. Wahana yang dirancang memberikan sensasi adrenalin tinggi tentu membutuhkan pengawasan ekstra agar tidak berubah menjadi bencana.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira