JP Radar Kediri – Polemik seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat ke permukaan. Namun, Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara secara lebih sistematis. Melalui pernyataan resmi dan serangkaian klarifikasi tambahan, UGM menyampaikan enam poin penting sebagai respons terhadap isu yang terus berkembang di ruang publik.
Berikut enam fakta terbaru yang berhasil dirangkum Jawa Pos Radar Kediri dari berbagai sumber resmi, termasuk keterangan langsung dari pihak universitas:
- UGM Tegaskan Keaslian Ijazah Jokowi Pihak UGM secara lugas menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo memang merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980 dan lulus pada tahun 1985. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, yang menekankan bahwa data akademik serta arsip kelulusan Jokowi tercatat lengkap dan sah dalam sistem administrasi kampus.
- Arsip Akademik Tersimpan dan Terverifikasi Dokumen akademik Jokowi, mulai dari transkrip nilai hingga arsip tugas akhir, dikonfirmasi masih tersimpan dengan baik di fakultas terkait. UGM bahkan menyatakan bahwa proses verifikasi ulang terhadap dokumen-dokumen tersebut telah dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada celah bagi keraguan publik terhadap keabsahan ijazah tersebut.
Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Silaturahmi ke Rumah Jokowi, Hal Penting Ini yang Dibahas - Pernyataan Dosen Pembimbing Kembali Dikuatkan Dosen pembimbing akademik Jokowi semasa kuliah, yang sebelumnya juga pernah memberikan testimoni publik, kembali menyampaikan bahwa beliau ingat betul mahasiswa bernama Joko Widodo yang kala itu dikenal pendiam namun aktif di lapangan praktik. UGM menilai, penguatan dari para dosen senior ini penting sebagai bagian dari bukti kontekstual.
- Sidang Yudisium Tercatat Jelas UGM juga menegaskan bahwa nama Joko Widodo tercatat dalam daftar peserta yudisium yang disahkan oleh dekan pada tahun kelulusannya. Catatan tersebut, menurut UGM, menjadi salah satu bukti legal administratif yang memperkuat posisi bahwa Jokowi sah sebagai lulusan UGM.
- Tuduhan Pemalsuan Dianggap Tak Berdasar Pihak kampus menyayangkan beredarnya narasi yang menyebutkan bahwa ijazah Jokowi palsu, terlebih tanpa disertai data pembanding maupun bukti konkret. UGM menyebut bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung menyesatkan opini publik, bahkan bisa berujung pada upaya pencemaran nama baik institusi.
Baca Juga: Simak Susunan Lengkap Pengurus Danantara, Ada SBY dan Jokowi di Bagian Dewan Pengarah!
- UGM Siap Buka Data Jika Diperlukan Secara Hukum Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab moral kepada masyarakat, UGM menyatakan kesiapan untuk membuka data akademik Jokowi kepada pihak berwenang jika dibutuhkan dalam proses hukum yang sah. Namun, mereka juga menegaskan bahwa data pribadi mahasiswa tetap dilindungi oleh undang-undang, sehingga tidak bisa serta-merta dipublikasikan secara bebas.
Dengan dirilisnya enam poin penting ini, UGM berharap agar masyarakat bisa menilai secara objektif dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Kampus kebanggaan Yogyakarta itu juga menyerukan agar publik lebih mengedepankan akal sehat dan nalar ilmiah dalam menanggapi setiap informasi, apalagi yang berkaitan dengan sosok pejabat negara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira