JP Radar Kediri - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan program “Nyaah Ka Indung” atau “Sayang Pada Ibu” di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat (11/4). Melalui program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diizinkan bekerja dari rumah apabila sedang merawat ibunya yang sakit atau membutuhkan perhatian khusus.
“Sekarang kerja tidak harus di kantor. Apalagi di era digital, semua bisa dikerjakan dari rumah. Jadi ASN bisa tetap produktif sambil menemani ibunya di rumah,” ujar Dedi saat peluncuran program.
Tak hanya merawat ibu kandung, ASN juga didorong untuk mengangkat ibu asuh dari kalangan lansia tak mampu yang tinggal di lingkungan mereka. Dedi menyebutkan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 50 ribu ibu lanjut usia yang mendapat perhatian dari para ASN melalui program tersebut.
ASN Boleh Absen Kantor, Asal Rawat Ibu
Kebijakan ini, kata Dedi, berlaku di seluruh daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cianjur. ASN yang memiliki ibu atau ibu angkat yang membutuhkan perawatan, diberi izin tidak masuk kantor untuk fokus merawat mereka. Nantinya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
“Kita ingin memberi ruang pada ASN untuk mengabdi pada orang tuanya, sebagai bentuk penghormatan dan bakti,” kata Dedi.
Bantuan untuk Ibu Lansia dan Anak Yatim
Dalam kesempatan itu, Gubernur Dedi juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp45 juta kepada seorang ibu lansia warga Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah. Ibu tersebut diketahui hidup sendiri setelah ditinggal suaminya, dan kini merawat adik yang sedang sakit.
Tak hanya itu, bantuan dalam bentuk tabungan juga diberikan kepada seorang anak perempuan yatim piatu warga Kelurahan Sawahgede. Bantuan itu akan digunakan untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren sesuai keinginannya.
Menjangkau Hingga ke Desa
Dedi menegaskan, program “Nyaah Ka Indung” tidak hanya berhenti di level provinsi. Ia berkomitmen membawa program ini hingga ke tingkat desa. Kepala desa di seluruh Jawa Barat diharapkan dapat memberikan perhatian serupa terhadap ibu-ibu lansia yang ada di wilayah masing-masing.
“Ini bukan sekadar program sosial, tapi bentuk nyata dari nilai budaya sunda: hormat dan sayang pada ibu,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira