JP Radar Kediri – Dalam beberapa tahun terakhir, industri kebugaran di Indonesia mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan, baik fisik maupun mental, mendorong masyarakat terutama generasi muda untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Salah satu bentuk aktivitas fisik yang paling populer saat ini adalah berolahraga di pusat kebugaran atau gym.
Menurut data dari MarketResearch.com, pendapatan total industri gym, klub kesehatan, dan pusat kebugaran di Indonesia mencapai 0,3 miliar dolar AS pada tahun 2023, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 4,8% dalam periode 2018–2023. Angka ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap layanan kebugaran di tengah masyarakat urban yang semakin sadar akan pentingnya hidup sehat.
Sementara itu, survei Rakuten Insight pada tahun 2020 mencatat bahwa sekitar 32% responden berusia 25–34 tahun di Indonesia memiliki keanggotaan di gym. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa generasi muda kini lebih peduli terhadap kesehatan tubuh dan mental mereka.
Tak hanya gym konvensional, tren studio kebugaran butik dan platform kebugaran digital juga ikut mengalami pertumbuhan pesat. Konsep ini menawarkan program latihan yang lebih spesifik, komunitas yang erat, serta pendekatan yang lebih personal. Misalnya, kelas HIIT, yoga, barre, hingga indoor cycling kini menjadi favorit karena memberikan pengalaman latihan yang menyenangkan sekaligus efektif.
Baca Juga: Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah untuk Membantu Menurunkan Berat Badan
Teknologi turut menjadi pendorong utama tren ini. Aplikasi olahraga, wearable fitness tracker, dan kelas virtual mempermudah siapa pun untuk tetap aktif, bahkan dari rumah. Pandemi COVID-19 sempat mempercepat adaptasi ini, dan kini, integrasi teknologi dalam rutinitas kebugaran sudah menjadi norma baru.
Perusahaan-perusahaan juga mulai berinvestasi dalam kesejahteraan karyawan dengan menyediakan fasilitas gym di kantor atau memberi subsidi keanggotaan pusat kebugaran. Program ini terbukti meningkatkan produktivitas dan mengurangi tingkat stres karyawan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan suportif.
Di sisi lain, media sosial juga punya andil besar dalam mempopulerkan tren ini. Konten-konten motivasional dari para influencer fitness, seperti video workout, tips diet, hingga transformasi tubuh, banyak menginspirasi generasi muda untuk mulai bergerak dan hidup lebih sehat.
Ledakan tren gym di Indonesia bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan perubahan gaya hidup yang didorong oleh kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan dukungan teknologi, inovasi industri kebugaran, dan pergeseran budaya kerja yang lebih peduli pada keseimbangan hidup, tren ini diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Gym kini bukan hanya tempat membentuk tubuh, tapi juga ruang untuk membangun ketenangan mental, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira