JP Radar Kediri - Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah mencatatkan prestasi luar biasa dengan menjadi peringkat keempat organisasi agama terkaya di dunia pada tahun 2025. Dilansir dari data Seasia.stats, total kekayaan Muhammadiyah mencapai sekitar Rp 454,24 triliun,
Muhammadiyah awalnya didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta dengan tujuan untuk memurnikan ajaran Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan umat. Muhammadiyah berkembang menjadi kekuatan besar yang memiliki ribuan sekolah, universitas, rumah sakit, dan fasilitas sosial lainnya.
Aset-aset ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi organisasi.
Salah satu faktor utama yang mendukung kekayaan Muhammadiyah adalah fokusnya pada pendidikan dan kesehatan.
Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, unit pendidikan yang dimiliki oleh organisasi ini adalah 5.346 unit. Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki berbagai usaha bisnis, teknologi, usaha di bidang kesehatan rumah sakit, bahkan berencana untuk merilis maskapai penerbangan.
Pencapaian ini jelas selalu diiringi dengan berbagai macam tantangan.
Muhammadiyah harus menghadapi kritik terkait beberapa keputusan bisnisnya, seperti ketika masuk ke sektor pertambangan pada tahun 2024. Meskipun langkah ini dianggap sebagai peluang untuk mempromosikan praktik pertambangan yang beretika, ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan etika yang mungkin timbul.
Keberhasilan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi agama terkaya di dunia mencerminkan komitmen terhadap prinsip memberi manfaat bagi umat.
Muhammadiyah akan terus berupaya untuk memperluas dampak di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira