Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Teror Kepala Babi dan Tikus Terpenggal di Kantor Tempo, Respon Istana Justru jadi Sorotan

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 23 Maret 2025 | 23:34 WIB
Teror Kepala Babi dan Tikus Terpenggal di Kantor Tempo, Respon Istana Justru jadi Sorotan
Teror Kepala Babi dan Tikus Terpenggal di Kantor Tempo, Respon Istana Justru jadi Sorotan

JP Radar Kedir – Teror yang dikirimkan untuk salah satu jurnalis Tempo, yaitu Fransisca Christy Rosana, berupa kepala babi tanpa telinga menggegerkan masyarakat dan media.

Tidak berhenti sampai disana, teror tersebut berlanjut hingga datangnya paket kedua di kantor Tempo dengan kiriman selanjutnya berupa beberapa tikus busuk dengan kepala yang sudah terpenggal.

Terror yang dikirimkan tersebut sontak saja menjadi sorotan bagi para jurnalis lainnya dan menilai bahwa hal tersebut dilakukan untuk membuat pers merasa terintimidasi dan bungkam.

Mengambil langkah tegas, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra melaporkan teror kiriman paket tanpa nama tersebut kepada Bareskrim Polri didampingi Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) beserta Lembaga Bantuan Hukum Pers.

Menurut Setri, Teror kepala babi yang ditunjukan kepada jurnalis merupakan ancaman serius tidak hanya bagi Tempo yang bergerak dibidang industry media, tetapi juga turut menjadi ancaman terhadap profesi serta kebebasan bersuara jurnalis di Indonesia.

Setri juga menyebutkan bahwa Negara harus ikut andil dan turut memberikan perlingdungan kepada para jurnalis yang menerima ancaman dan merasa terancam

Para jurnalis, masyrakat, hingga netizen pun dibuat bertanya-tanay terkait siapakan oknum dibalik teror tersebut.

Ditengah kebingungan tersebut, tanggapan dari Istana Negara terhadap aksi teror terhadap jurnalis yang terkesan santai tersebut lebih membuat masyarakat khususnya netizen tidak percaya.

Lebih tepatnya atas respon yang diberikan pihak istana yang meminta kepala babi yang dikirimkan dimasak saja.

Tanggapan tersebut dilontarkan oleh kosultan politik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, Hasan Nasbi.

Saat ditemui oleh wartawan untuk meminta tanggapan terkait aksi teror Hasan dengan jelas mengatakan “Udah dimasak aja” dihadapan awak media.

Sontak saja, tanggapan dari Hasan tersebut ramai dimedia sosial dan menuai ragam pendapat dari publick, khususnya para warganet.

Ada yang menganggapnya hanyalah candaan semata dan meminta untuk tidak usah dibesar-besarkan sebab negara masih haru menguru masalah yang lebih besar.

Namun, banyak juga warganet yang merasa bahwa tanggapan yang diberikan pihak istana terkait aksi teror tersebut tidak ditanggapi dengan serius atas kejadian yang dinilai perlu menjadi sorotan dan mendapat perhatian.

Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #kebebasan pers #respon #istana negara indonesia #ancaman #teror bangkai tikus di kantor Tempo #Tanggapan #teror kepala babi #profesi jurnalis