JP Radar Kediri - Singapura kembali dinobatkan sebagai pemilik paspor terkuat di dunia, memungkinkan warganya bepergian ke 195 negara tanpa visa. Sementara itu, paspor Indonesia menempati peringkat ke-68, dengan akses bebas visa ke 76 negara. Posisi ini masih kalah dibandingkan Brunei Darussalam (peringkat 22, akses ke 168 negara) dan bahkan Timor Leste (peringkat 55, akses ke 97 negara). Kondisi ini memunculkan pertanyaan: mengapa paspor Indonesia tertinggal dari negara-negara yang lebih kecil?
Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Paspor Indonesia
Menurut pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Yuwana, ada beberapa alasan mengapa paspor Indonesia memiliki peringkat lebih rendah. Salah satunya adalah faktor ekonomi dan persepsi negara lain. Indonesia memiliki populasi besar dengan banyak warga kelas menengah ke bawah, yang sering dianggap berisiko tinggi untuk menyalahgunakan visa sebagai peluang bekerja di luar negeri.
Sebaliknya, Timor Leste memiliki populasi yang lebih kecil serta dukungan internasional yang kuat sejak merdeka, sehingga lebih mudah mendapatkan akses bebas visa ke berbagai negara. Selain itu, kebijakan visa juga sangat dipengaruhi oleh hubungan diplomatik dan kepentingan ekonomi antarnegara. Misalnya, investasi besar dari China di Timor Leste telah membuka peluang bagi kedua negara untuk saling memberikan kebijakan bebas visa.
Meskipun peringkat paspor Indonesia masih tertinggal, ada peluang untuk meningkatkannya melalui strategi diplomasi yang lebih baik serta kerja sama ekonomi yang lebih kuat. Dengan langkah yang tepat, diharapkan akses perjalanan internasional bagi warga Indonesia dapat semakin luas di masa depan.
Penulis: Kemal Fahreza Jibran
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira