JP Radar Kediri - Sekelompok pemuda yang telah menjadi aktivis lingkungan di Indonesia, Pandawara, kini tengah ramai menjadi perbincangan usai videonya di Gunung Rinjai, diunggah ke salah satu platform media sosial.
Video yang merekam aksi bersih-bersih Pandawara di gunung menjadi perbincangan hangat setelah menyindir para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sebab membuang sampah sembarangan di Gunung Rinjani.
Dua video terpisah yang merekam Gilang dan juga Agung, anggota Pandawara yang menyindir para pendaki sontak saja menuai beberapa komentar Sarkas dari beberapa warganet yang menyebutkan bahwa itu memanglah tugas mereka.
Ada beberapa komentar yang juga mengatakan bahwa tujuan pandawara melakukan pembersihan sampah di Gunung Rinjani hanya sekedar untuk mencari sensasi saja.
Netizen pun berbondong-bondong membanjiri komentar-komentar yang dinilai tidak masuk akal tersebut dengan berbagai macam cecaran.
“pandawara tuh relawan kebersihan bro, bukan petugas yang wajib ngerbersihin rumah atau daerah lu, tujuan utama mereka ngonten juga biar lu lu pada aware sama kebersihan dan ga buang sampah sembarangan” tulis akun @ghin
“sejak kpn pandawara bertugas bersih2 sampah yg ada dibumi indonesia?itu tugas semua masyarakat” tulis akun @ahmadajapanggilannya
“sadar bang ngetik gini? yang buang sampah siapa, malah minta diperhatiin sama pandawara.” tulis akun @salwa
“yang komen “emng tugas pandawara” kalian ga diajarin di sklh dampak buang sampah sembarangan?” tulis akun @yrs
Bukan terkait tugas siapa yang seharusnya membersihkan sampah, melainkan tanggung jawab yang seharusnya diampu bersamalah untuk tetap menjaga negeri ini bersih dan asri.
Munculnya pandawara yang sering kali melakukan aksi bersih-bersih di beberapa tempat yang tercemar sampah dan menyindir masyarakat terkait isu lingkungan, bertujuan untuk menyadarkan masyrakat seberapa penting menjaga kebersihan lingkungan.
Jika tidak ada sosok penggerak seperti kelompok pemuda tersebut, maka Indonesia akan tetap tertimbun puluhan sampah dan isu lingkungan tersbut tidak akan pernah selesai hingga ke generai selanjutnya.
Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada lii Dzikrilla
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira