JP Radar Kediri – Baru-baru ini muncul kabar bahwa Ifan Seventeen alias Riefian Fajarsyah ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Produksi Film Negara (PFN).
Penunjukan vokali Seventeen itu sempat menuai perdebatan, lantaran sepak terjangnya dalam dunia perfilman dinilai minim.
Lantas apa itu PT Produksi Film Negara?
Dilansir dari website resmi PFN, Produksi Film Negara (PFN) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri audiovisual.
Dimana saat ini PFN bertransformasi menjadi perusahaan pembiayaan film, dan berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem berkualitas demi kemajuan industri perfilman dan konten Indonesia.
Sejak awal berdirinya, PFN berperan dalam produksi berbagai film dokumenter, propaganda, dan hiburan yang menjadi bagian penting dari sejarah perfilman Indonesia.
PFN juga telah memproduksi berbagai film terkenal, di antaranya yakni Si Unyil (1981), hingga Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI (1984).
Baca Juga: Profil Ifan Seventeen, Dua Kali Gagal Nyaleg Kini Diangkat Jadi Dirut PT Produksi Film Negara BUMN
Visi PFN
Menjadi perusahaan film facilitation and services terkemuka di tingkat regional.
Misi PFN
- Mengelola pembiayaan film dan konten untuk pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.
- Mengembangkan talenta film dan konten guna mendorong daya kreatif dan inovasi.
- Mengorkestrasi ekosistem film dan konten untuk meningkatkan daya saing industri perfilman Indonesia.
Tujuan PFN
Mewujudkan ekosistem film dan konten yang lebih berkualitas dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Sejarah Perjalanan PFN
1. Era Jepang (1943-1945)
Saat pendudukan Jepang, ANIF diambil alih dan diubah menjadi Nippon Eiga Sha, yang digunakan sebagai alat propaganda Jepang.
2. Lahirnya Berita Film Indonesia (1945-1950)
Setelah Indonesia merdeka, pada 6 Oktober 1945, Berita Film Indonesia (BFI) didirikan oleh R.M Soetarto.
BFI pada 1950 berubah menjadi Perusahaan Pilem Negara (PPN), kemudian berubah menjadi Perusahaan Film Negara (PFN).
3. PFN di Era Modern (1957-sekarang)
Pada 1957, PFN dibagi menjadi empat badan utama: Central Film Laboratory (CFL), Dinas Film Penerangan (DFP), Dinas Film Cerita (DIFTA), Kantor Peredaran Film (KPF).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah