JP Radar Kediri – Hujan es melanda Kota Yogyakarta pada Selasa (11/3) di daerah Kabupaten Sleman. Hujan Tak hanya itu, hujan es juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti daerah Ringroad Barat dan sekitarnya.
Sebelumnya hujan BMKG telah mengeluarkan prediksi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta pada pukul 14.25 WIB.
BMKG memprerediksi cuaca Yogyakarta berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Hujan es terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Butiran es yang jatuh pun cukup besar sekitar seukuran kerikil.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan hujan es dapat terjadi karena suhu udara yang lembap dan panas di permukaan naik membentuk awan cumulonimbus. Warjono memperkirakan ketinggian awan cumulonimbus ini mencapi 15 kilometer.
“Ketika hujan tanpa mengalami hambatan sehingga es bisa sampai bawah. Hujan ini disebabkan awan cumulonimbus yang terpantau ketinggian hingga 15 kilometer,” jelasnya.
Hujan es terjadi karena es yang jatuh tidak mengalami cukup gesekan sehingga ketika mencapai dasar bentuknya tetap utuh menjadi es.
“Butiran es mencapai dasar karena jatuhnya tidak mengalami gesekan yang cukup. Hujan biasa berbentuk cair karena mengalami gesekan yang cukup untuk mencapai dasar dalam bentuk air,” jelasnya.
Awan ini bergerak dari barat, Kulonprogo, masuk ke Sleman dan ke Kota Jogja. Suhu disekitar awan mencapai sekitar 7,2 derajat celcius.
Cuaca ekstrem seperti ini diperkirakan bisa terjadi hingga April mendatang. Fenomena ini sering terjadi ketika peralihan musim hujan ke musim kemarau.
BMKG juga memprediksi adanya potensi hujan lebat di daerah Yogyakarat. Warjono mengimbau masyarakat agar tenang dan waspada serta mengikuti update cuaca dari BMKG.
“Masyarakat Jogja diharapkan tenang dan waspada serta mengikuti info dari BMKG melaui aplikasi maupun website BMKG,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira