JP Radar Kediri - Senin (10/3) sejumlah narapidana di Lapas Kutacane dikabarkan melarikan diri. Total 50 narapidana dengan 13 orang berhasil ditangkap kembali, dan 37 narapidana berhasil kabur.
Lapas Kutacane terletak di Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Total penghuni Lapas Kelas IIB Kutacane tercatat ada 368 orang.
Napi di Lapas Kutacane kabur beramai-ramai melompati pagar bagian depan. Para napi berlari menuju tempat ramai ketika mendekati waktu berbuka. Tempat yang terkena kehebohan tersebut adalah para penjual takjil di dekat Lapas Kutacane.
Setelah kejadian kabur dari lapas, para petugas segera melakukan pencarian napi. Sebagian dapat ditangkap, namun sebagian lolos dan belum ada kejelasan hingga saat ini.
Aksi kabur narapidana dari Lapas Kutacane ini viral di media sosial termasuk di Instagram. Posisi kabur di antara para napi terlihat tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek biasa.
Baca Juga: TPS Loksus di Lapas II Kediri Perlu Regulasi Baru, Imbas Kekurangan Surat Suara saat Pencoblosan
"13 narapidana yang sebelumnya melarikan diri dari Lapas Kutacane, sudah ditangkap," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Aceh Yan Rusmanto yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa (11/3).
Kalapas Kutacane dikabarkan sudah memasuki blok untuk berbicara dengan narapidana.
Peristiwa ini ditanggapi oleh Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan akan ditangani pihak kepolisian, TNI seta Pemda wilayah setempat.
Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry dikabarkan pula telah melakukan dialog dengan para napi.
Alasan terjadinya aksi kabur dari napi Lapas Kutacane diprediksi karena kondisi penjara yang tidak memadai secara fasilitas dan overload.
Baca Juga: TPS Loksus di Lapas II Kediri Perlu Regulasi Baru, Imbas Kekurangan Surat Suara saat Pencoblosan
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira