Kali ini, penipuan yang mengatas namakan program pemerintah yang sedang berjalan yaitu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban. Kali ini, korbannya adalah para petani di Jawa Tengah.
Sejumlah petani di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah harus menelan kerugian Miliaran akibat penipuan yang berkedok proyek pengadaan untuk Program Makanan Bergizi Gratsi (MBG).
Modusnya, Pelaku mengenalkan diri kepada korban sebagai mitra dari pemerintah yang membutuhkan pemasok beras untuk program MBG yang ditujukan bagi para siswa mulai dari jenjjang sekolah dasar hingga menengah keatas.
Kesepakatan pun di buat anatara pelaku dengan korban yang tak lain adalah petani. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, akhrinya mengirimkan sejumlah beras. Namun, uang yang dijanjikan dalam kesepakatan tersebut tidak kunjung dikirimkan.
Para petani pun melaporkan kasus penipuan tersebut ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Grobogan. Hasilnya, dua pelaku berhasil di ringkus dan ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial AI dan ASD.
Dikutip dari Radar Kudus, T. Djohansyah yang merupakan pengacara korban dari Kantor Pengacara Djohansyah & Partner membenarkan modus yang dilakukan pelaku terhadap kliennya.
"Para petani kecil ini semula sangat bersemangat karena diiming-imingi berasnya akan dibeli untuk program MBG. Ternyata, mereka justru menjadi korban penipuan," ujar Djohansyah dalam keterangan resminya.
Para petani pun harus menelan kerugian sebesar Rp 3,2 Miliar, dimana nominal tersebut merupakan jumlah keseluruhan kerugian yang dialami oleh para petani di Grobogan serta wilayah sekitarnya.
Djohansyah menyayangkan tindakan licik yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut.
Sebagian besar korban yang harus menanggung kerugia tersebut merupakan petani kecil yang menggantungkan hidup dari hasil panen mereka.
"Kasus ini sangat memprihatinkan. Kami sebagai pengacara merasa terpanggil untuk membantu para petani menuntut keadilan," ujar Djohansyah.
Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko, telah mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian tengah menangani kasus penipuan yang neminpa para petani tersebut dan membenarkan modus yang dilakukan oleh para pelaku.
Dia menyebutkan, untuk memperkuat kepercayaan korban, para pelaku bahkan mendatangi para petani bersamaan dengan membawa dokumen-dokumen resmi dari pemerintah yang sebenarnya adalah palsu.
"Pelaku memanfaatkan kepercayaan petani terhadap program pemerintah untuk melakukan penipuan," jelasnya.
Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira