JP Radar Kediri - Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), yang biasanya menjadi momen penuh harapan bagi para pekerja, situasi di beberapa sektor industri justru menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Di tengah persiapan pemerintah untuk mempercepat pencairan THR guna mendorong konsumsi rumah tangga dan perputaran ekonomi, sejumlah perusahaan besar seperti pabrik Yamaha dan produsen sepatu Nike malah menghadapi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.
Pemerintah telah mengumumkan bahwa pencairan THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta akan dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat konsumsi domestik menjelang Lebaran. Namun, di sisi lain, sektor manufaktur di Indonesia sedang menghadapi tantangan besar.
Salah satu contohnya adalah pabrik Yamaha yang memutuskan untuk menutup dua fasilitas produksinya di Bekasi dan Jakarta pada tahun ini.
Baca Juga: Yamaha Musik Tutup 2 Pabrik, Padahal Gaji Karyawannya Segini
Penutupan ini diperkirakan akan berdampak pada lebih dari 1.100 pekerja yang kehilangan pekerjaan. Alasan utama di balik keputusan ini adalah penurunan permintaan pasar global, terutama dari negara-negara seperti Ukraina dan Rusia, serta tekanan dari persaingan global yang semakin ketat.
Tidak hanya Yamaha, produsen sepatu Nike juga menghadapi situasi serupa. Dua pabrik sepatu Nike di Tangerang, yaitu PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh, telah melakukan PHK terhadap ribuan pekerja.
Penurunan pesanan dari pemegang merek menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Kondisi ini semakin diperparah oleh ketidakseimbangan antara biaya produksi dan jumlah pesanan, yang membuat perusahaan kesulitan untuk mempertahankan operasionalnya.
Fenomena ini menunjukkan betapa rentannya sektor manufaktur terhadap perubahan kondisi ekonomi global dan lokal.
Di satu sisi, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan seperti percepatan pencairan THR. Namun, di sisi lain, tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan besar ini menunjukkan perlunya langkah-langkah strategis untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan kompetitif.
Baca Juga: Fix THR Dimajukan, Begini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani
Bagi para pekerja yang terdampak, situasi ini tentu menjadi pukulan berat, terutama menjelang momen Lebaran yang seharusnya menjadi waktu untuk merayakan bersama keluarga. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan perusahaan, untuk bekerja sama dalam mencari solusi yang dapat meminimalkan dampak sosial dan ekonomi dari gelombang PHK ini.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira