JP Radar Kediri – Banjir melanda sejumlah titik di Kota Bekasi termasuk Kabupaten Bekasi pada Selasa (4/3) dini hari.
Dilansir dari postingan instagram @infobekasi, sebelumnya hujan deras disertai petir mengguyur Bekasi pada Senin (3/3) malam. Akibatnya 2 anak sungai menuju Kali Cileungsi mengalami kenaikan debit air.
KP2C terus melakukan pemantauan pada kedua anak sungai secara langsunng maupun melalui CCTV. Pada pukul 23.15 Tinggi Muka Air (TMA) Kali Cileungsi mencapai 490 cm (siaga 1).
Pada Selasa (4/3) dini hari limpasan air kali akhirnya masuk ke pemukiman warga. Ketinggian banjir mencapai 3 meter di PGP Jatiasih.
Para anggota Tim SAR juga ikut andil dalam mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Banjir ini melumpuhkan beberapa jalan di Bekasi. Akibatnya aktivitas warga terhambat dan terjadi kemacetan panjang.
Beberapa kendaraan yang dievakuasi dari kawasan Pondok Mitra Lestari (PML) di kawasan Galaxy Bekasi juga ikut terendam. Padahal kawasan Galaxy Bekasi biasanya kawasan yang aman dari banjir.
Pada pukul 08.000 WIB debit air Kali Bekasi berangsur turun. Keadaan ini diperkirakan akan terus menurun hingga debit air Kali Bekasi kembali normal.
Dilansir dari instagram @infobekasi, BPBD Kota Bekasi mengungkapkan bahwa tinggi muka air (TMA) Kali Bekasi mencapai 875 cm dengan maksimal normal 350 cm saja.
Sejak lima thun terakhir, banjir pada tahun 2025 ini dianggap banjir paling parah. Banjir ini bahkan meluar hingga pusat kota. Titik terparah berada di PGP Jatiasih, ketinggian banjir mencapi atap rumah.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira