Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan sampai Tertipu Lagi! Begini Cara Bedakan Pertamax dan Pertalite

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:24 WIB
Photo
Photo

Media sosial tengah diramaikan dengan isu Pertamax di-oplos dengan Pertalite.

Isu ini menyebar usai penahanan Riva Sihaan (RS) Direktur Utama PT Pertamina Niaga sebagai tersangka dalam kasus korupsi ekspor minyak mentah dan produk kilang.

Merespon hal ini, Fadjar Djoko Santoso selaku VP Corporate Communication Pertamina membantah dugaan kasus pencampuran tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa BBM yang dijual di Indonesia telah melalui penelitian serta pengujian dari Lemigas (Lembaga Minyak dan Gas Bumi).

“Ini kan muncul narasi oplosan itu kan juga nggak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kejaksaan kan sebetulnya. Jadi di Kejaksaan mungkin kalau boleh saya ulangkan lebih mempermasalahkan tentang pembelian RON 90-92, bukan adanya oplosan sehingga mungkin narasi yang keluar, yang tersebar, sehingga ada disinformasi di situ. Tapi bisa kami pastikan bahwa produk yang sampai ke masyarakat itu sesuai dengan spesifikasinya masing-masing RON 92 adalah Pertamax, RON 90 adalah Pertalite,” kata Fadjar.

Kendati demikian, masyarakat tetap mewanti-wanti adanya campuran dari Pertalite ke Pertamax.

Agar masyarakat tidak keliru, berikut perbedaan dari Pertalite dan Pertamax

Pertamax memiliki spesifikasi warna Biru, memiliki RON 92, sulfur 500 ppm, sulfur merkaptan 20 ppm, timbal 0,013 gram per liter, kandungan pewarna 0,13 gram per 100 liter, dan stabilitas oksidasi minimal 480 menit.

Spesifikasi lengkapnya sebagai berikut, dilansir dari dokumen Pertamina berjudul "Spesifikasi Produk BBM, BBN, dan LPG", spesifikasi BBM Pertamina telah diatur dalam SK Dirjen Migas No. 179.K/10/DJM.S/2019.:

Memiliki bilangan Oktana Riset (RON): 92
Stabilitas oksidasi: Minimal 480 menit
Kandungan Sulfur: Maksimal 0,05 persen m/m
Kandungan Timbal (Pb): 0,013 g/l
Kandungan Fosfor: 0
Kandungan Logam: 0
Kandungan Silikon: 0
Kandungan Oksigen: 2,7 persen m/m
Kandungan Aromatik: Maksimal 50 persen v/v
Kandungan Benzena: Maksimal 5,0 persen v/v
10 persen Vol Penguapan: Maksimal 70 derajat Celsius
50 persen Vol Penguapan: 77-110 derajat Celsius
90 persen Vol Penguapan: 130-180 derajat Celsius
Titik didih: 215 derajat Celsius
Residu: 2 persen vol
Sedimen: Maksimal 1 mg/100 ml
Unwashed Gum: Maksimal 70 mg/100 ml
Washed Gum: Maksimal 5 mg/100 ml
Tekanan Uap: 45-60 kPa
Berat jenis: 715-770 kg/m kubik
Korosi bilah tembaga: kelas 1 merit
Sulfur Mercaptan: Maksimal 0,002 persen massa
Penampilan visual: Jernih dan terang
Warna: Biru
Kandungan pewarna: Maksimal 0,13 g/100 l.

Sementara, Pertalite memiliki kualitas yang lebih rendah.

Spefisikasinya berwarna hijau, RON 90, RON 90, kandungan sulfur maksimal 500 ppm, sulfur merkaptan maksimal 20 ppm, tanpa timbal, kandungan logam mangan maksimal 1 miligram per liter, kandungan logam besi maksimal 1 miligram per liter, dan stabilitas oksidasi 360 menit.

Spesifikasi lengkapnya sebagai berikut, dilansir dari dokumen Pertamina berjudul "Spesifikasi Produk BBM, BBN, dan LPG":
Memiliki bilangan Oktana Riset (RON): 90
Stabilitas oksidasi: Minimal 360 menit
Kandungan Sulfur: Maksimal 0,05 persen m/m
Sulfur Mercaptan: Maksimal 0,002 persen m/m
Kandungan Timbal (Pb): Injeksi timbal tidak diizinkan
Kandungan logam : Mangan sejumlah 1 mg/l serta Besi sejumlah 1 mg/l
Kandungan oksigen: 2.7 persen m/m
Kandungan olefin: dilaporkan
Kandungan aromatik: dilaporkan
Kandungan Benzena: dilaporkan
10% Vol Penguapan: dengan batasan maksimal 74
50% Vol Penguapan: dengan batas minimal 77 dan maksimal 125
90% Vol Penguapan: dengan batas maksimal 180
Titik didih akhir: dengan batasan 125
Residu: 2.0 persen vol.
Sedimen: 1 mg/l
Unwashed Gum: batasan maksimal 70 mg/100 ml
Tekanan uap: kPa batas minimal 45 dan batas maksimal 69
Berat Jenis (pada suhu 15 derajat C) : batas minimal 715 batas maksimal 770.
Korosi Bilah Tembaga: kelas 1b merit
Penampilan visual: jernih dan terang
Warna: Hijau

Penulis: Eka Fitria Lusiana

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #kejaksaan agung #pertamax #pertamina #Riva Siahaan #pertalite #korupsi #Riva Siahaan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga #perbedaan