Modus penipuan yang semakin marak di Indonesia mengincar siapa saja. Tidak hanya orang-orang, tetapi juga ikut menyerang para penguasaha.
Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga modus penipuan untuk pengusaha katering mejadi sasaran empuk para penjahat itu untuk mengambil kesempatan.
Seperti di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, beberapa usaha katering sudah di tipu dengan orderan fiktif yang mengatas namakan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya satu atau dua, melainkan lima katering sekaligus tertipu oleh orderan fiktif tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Komandan Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, bahwa ada 5 perusahaan katering yang menjadi korban dari orderan fiktif tersebut.
Para korban dengan terpaksa harus merelakan uang jutaan mereka masuk kedalam rekening si penipu.
“Ya, ada konfirmasi mengaku tertipu sampai Rp 8,2 juta. Modusnya adalah kelebihan bayar. Jadi korban diminta untuk transfer ke pelaku karena kelebihan bayar,” ujar Dwi.
Komandan Dandim tersebut menambahkan, bahwa pelaku order fiktif tersebut menghubungi korban melalui sambungan telepon. Pelaku menjalankan aksinya dengan mengatakan bahwa ingin order makanan, sewa gedung, maupun bahan makanan untuk keperluan MBG.
Korban yang tidak mengetahui bahwa itu adalah orderan fiktif, mengiyakan untuk menggarap orderan tersebut.
Sang pelaku mengirimkan bukti telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening korban tetapi nominal yang dikirimkan kelebihan, yang sebenarnya adalah bukti transfer palsu.
“Pelaku mengirimkan transfer palsu dengan nominal yang dilebihkan. Pelaku kemudian meminta kelebihan bayar untuk dikembalikan padahal foto bukti transfer yang dikirim ke korban itu palsu. Uang itu sebetulnya tidak ada atau tidak masuk ke rekening,” kata Dwi.
Dwi menghimbau agar masyarakat lebih waspada dengan kasus penipuan seperti ini.
Apalagi, jika pelaku sudah mengatasnamakan program-program pemerintah seperti MBG atas instansi seperti Kodim 0802 Ponorogo, masyarakat diharapkan dapat lebih meingkatkan kewaspadaannya.
“Kami harap masyarakat waspada dan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk menghindari maraknya aksi penipuan,” Tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira