Dunia maya kembali digemparkan dengan penemuan tulang belulang manusia yang berada di sekitar area wisata Air Terjun Batu Dewa yang terletak tidak jauh dari Kilometer 35 Jalan Poros Palopo – Toraja, pada Senin (10/2) lalu.
Kerangka tersebut ditemukan oleh warga Warga Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Video berdurasi 1 menit 6 detik yang menunjukkan seorang pemuda tengah mencoba untuk menyingkirkan beberapa kayu dan tanah yang menutupi tengkorak bagian kepala yang sebagian terlihat dan sebagian masih tertimbun tanah.
Kerangka tersebut tidak sengaja ditemukan oleh seorang warga bernama Okki dan beberapa rekannya. Saat itu, okki dan rekannya tengah mengejar seekor ayam hutan disekitar lokasi.
Rekan okki lah yang menemukan kerangka tersebut pertama kali saat mencoba untuk mencari telur dari ayam hutan di bawah anak tangga beton, yang terdapat saluran air dibawahnya.
Okki bersama rekannya yang ketakutan segera melaporakan penemuan tersebut kepada warga yang lain. Warga pun segera membuat laporan kepada pihak kepolisian agar penemuan tersebut dapat ditindak lanjuti.
Ternyata, kerangka yang ditemukan oleh warga di dekat air terjun tersebut merupakan kerangka dari Feni Ere (28), yang dilaporkan hilang sejak bulan Januari tahun lalu oleh pihak keluarga.
Duka mendalam dirasakan oleh pihak keluarga saat mendengar putri mereka telah berpulang tanpa ada yang mengetahuinya.
Sang Ayah, Parman, sudah sempat melaporkan kepada pihak berwajib terkait hilangnya sang putri.
Tetapi, ada sebuah isu yang beredar mengatakan bahwa pihak kepolisian yang menerima laporan hilangnya Feni Ere tersebut, memberikan jawaban kepada pihak keluarga Feni untuk mengikhlaskan saja.
Isu tersebut dibantah oleh pihak kepolisian Polres Palopo.
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Sayed Ahmad Aidid, mengungkapkan bahwa pihak kepolisan telah memeriksa 10 saksi terkait kasus hilangnya Feni Ere.
Dugaan bahwa Feni Ere meninggal karena dibunuh mucul saat kerangka yang ditemukan oleh warga dan pihak kepolisian dalam kondisi terlilit dan terikat di mulut.
Setelah kerangka tersebut dievakuasi, pihak kepolisian juga melakukan otopsi dan tes DNA untuk memastikan apakah benar jasad tersebut adalah Feni Ere yang dinyatakan hilang.
Walaupun hasil tes DNA belum keluar, pihak keluarga sudah sangat yakin bahwa kerangka tersebut miliki putri mereka.
Pihak kepolisian pun menyerahkan kerangka Feni Ere kepada pihak keluarga untuk dimakamkan dengan layak sesuai dengan kepercayaan yang dianut. Feni Ere di makamkan di kampung halamannya di Pantilang, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu pada Sabtu (22/2) lalu.
Hilangnya Feni Ere dan penemuan Kerangka di Batang Barat, masih dalam tahap penyelidikan. Polisi masih akan terus mencari pelaku yang menghilangkan nyawa wanita berusia 28 tahun tersbut.
Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira