JP Radar Kediri - Kepala daerah yang pasca dilantik pada hari Rabu (19/2) diarahkan untuk mengikuti retreat atau orientasi kepala daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Sayangnya, tidak semua kepala daerah dapat menghadiri retreat tersebut. Tercatat 47 kepala daerah izin untuk mengikuti retreat gelombang awal.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyebutkan bahwa tidak ada sanksi bagi kepala daerah yang tidak mengikuti retreat tersebut. Namun, sebagai gantinya pada gelombang selanjutnya 47 kepala daerah yang belum mengikuti retreat diwajibkan untuk ikut.
Wamendagri Bima memastikan bahwa kepala daerah yang berhalangan hadir akan ikut di gelombang berikutnya.
Baca Juga: Belasan Kepala Daerah Tetap Ikut Retreat meski Kondisi Tidak Sehat. Siapa Saja?
Kegiatan retreat bertujuan untuk penanaman materi terkait prioritas pemerintah, geopolitik, materi anti korupsi, hak asasi manusia, dan cara pengelolaan keuangan daerah.
Bima Arya mengatakan, kepala daerah yang berhalangan hadir terdapat 6 orang yang dinyatakan absen dengan menyertakan alasan. Alasan tersebut seperti sakit dan keperluan keluarga.
Untuk sisanya, belum ada keterangan lebih lanjut.
Sebagai informasi total kepala daerah sebagai peserta yang seharusnya mengikuti berjumlah 503 orang, namun yang hadir ada sekitar 450 orang.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Retret, Kegiatan yang Dilakukan Kepala Daerah Terpilih
Bima Arya menegaskan optimis semua kepala daerah akan mendapatkan penananaman materi yang sama meski tidak semua dalam gelombang pertama. Untuk retreat gelombang berikutnya belum ada informasi lebih lanjut akan dilaksanakan kapan.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira