JP Radar Kediri – Usai ramai perbincangan di media sosial soal band Sukatani yang klarifikasi dan minta maaf terhadap pihak kepolisian atas lagu Bayar Bayar Bayar, band punk asal Probolinggo Jawa Timur itu justru banjir dukungan.
Publik berspekulasi bahwa klarifikasi yang diunggan personel band Sukatani itu lantaran menerima tekanan dari pihak kepolisian.
Mereka juga menduga bahwa institusi polri tengah membungkam kebebasan berekspresi dalam kesenian.
Sontak dukungan terhadap band yang terdiri dari dua personel itu mengalir. Terlihat dari Tagar #Kamibersamasukatangi jadi trending topik di X dengan 174 ribu lebih postingan.
Baca Juga: Tagar Kami Bersama Sukatani Trending X, Usai Lagu Bayar Bayar Bayar Dihapus
Tak berhenti disitu, aksi demo kamisan di depan istana negara, Jakarta Pusat juga memutar lagu berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ yang dirilis band punk Sukatani di hadapan sejumlah aparat kepolisian.
Peserta aksi itu mendekatkan speaker ke dekat barisan polisi. Mereka lantas menyanyikan lagu tersebut sambil berjoget dan sesekali melontarkan kalimat “bayar polisi”.
Mereka menilai penarikan lagu itu menandakan kebebasan berekspresi makin terancam.
Seperti diketahui, band Sukatani mengunggah permintaan maaf di akun media sosial @sukatani.band pada Kamis, 20 Februari 2025.
Baca Juga: Viral Klarifikasi Band Sukatani Setelah Menarik Lagu “Bayar Bayar Bayar” Dari Platform Musik
Dalam unggahan itu, dua personil Sukatani, Muhammad Syifa Al Lufti (gitaris) dan Novi Citra Indriyati (vokalis) menyatakan permintaan maafnya kepada Kapolri dan institusi kepolisian.
Yang tak kalah mengejutkan, keduanya muncul tanpa mengenakan topeng senagaimana identitas band sukatani.
Mereka pun mengumumkan menghapus dan memastikan Bayar Bayar Bayar sudah tidak tersedia di platform streaming digital.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah