JP Radar Kediri – Ditengah ramainya tagar Indonesia Gelap di media sosial, postingan aktor Fedi Nuril di X tuai sorotan.
Pemeran Fahri dalam film Ayat-Ayat Cinta itu mengkritik pernyataan presiden Prabowo yang menyebut kata ‘ndasmu’ dalam pidatonya.
Fahri menilai hal itu tidaklah layak diucapkan oleh seorang presiden. Ia juga mengaku malu dengan kelakuan orang nomor satu tanah air itu.
Dalam cuitannya itu, Fedi bahkan menyebut Ketua Umum Partai Gerindra itu bocah.
Baca Juga: Aktor Fedi Nuril Beri Komentar Lagi tentang Presiden Prabowo, Cuitannya Dapat Respon Warga Net
“Gue malu Presiden RI yang sudah berumur 73 tahun berpidato menggunakan gestur ala bocah,” kata Fedi dikutip dari unggahannya di X, Senin (17/2).
Tak hanya mempersoalkan kata Ndasmu, Fedi juga menyoroti kaya lain yang dinilainya berlebihan.
“Nye…nye…nye (“terlalu besar”) dan ngomong, “ndasmu”,” tambahnya.
Di sisi lain, Fedi juga menyoroti reaksi sejumlah hadirin di tempat itu. Pasalnya, tak sedikit dari mereka yang tertawa.
“Di ruangan itu reaksinya banyak yang ketawa pula,” pungkasnya.
Ungkapan Prabowo tersebut diketahui ketika ia tengah mengisi pidato di Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra.
Baca Juga: Tagar Indonesia Gelap Trending di X, Mahasiswa Gelar Demo Serentak di Berbagai Daerah
Acara tersebut dihadiri menteri Kabinet Merah Putih dan ketua partai. Hadir pula Presiden ke-7 Jokowi.
Acara HUT Gerindra yang digelar di Sentul, Bogor hari ini, Sabtu (15/2/2025) itu ditayangkan di YouTube resmi Partai Gerindra.
Dalam pidatonya, Ketua Umum Gerindra ini juga membahas beberapa program yang ada dalam pemerintahannya.
Tidak gambling, Prabowo menanggapi kritik terhadap kabinet yang dinilai sejumlah pihak gemuk.
“Ada Orang-orang pinter itu bilang kabinet ini kabinet gemuk. Terlalu besar,” kata Prabowo dalam pidatonya tersebut.
Lalu ia melanjutkan seolah berbisik. Lalu mengeluarkan kata “Ndasmu,”.
Meski demikian, banyak warganet yang ikut meninggalkan komentarnya di cuitan Fedi Nuril Tersebut.
Diantaranya banyak dari mereka yang menyayangkan gestur presiden Republik Indonesia itu, yang dinilai kurang pantas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah