Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Umrah Perdana lewat Bandara Dhoho Kediri Dipastikan Tanpa Travel dari Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 16 Februari 2025 | 15:51 WIB
Bandara Dhoho Kediri yang siap melayani penerbangan umrah.
Bandara Dhoho Kediri yang siap melayani penerbangan umrah.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Biro perjalanan haji dan umrah Kediri Raya, ternyata, tak berpartisipasi dalam penerbangan umrah perdana via Bandara Dhoho Kediri. Penyebabnya, mereka sudah telanjur booking terbang dari Bandara Juanda Surabaya. Proses pemesanan ini sudah dilakukan jauh-jauh hari

Namun demikian, para pemilik travel umrah akan segera memanfaatkan fasilitas penerbangan direct ke Arab Saudi dari bandara Kediri tersebut. Meskipun, baru bisa dilakukan setelah pelaksanaan haji tahun ini.

“Pemberangkatan (umrah) kali ini masih dari Juanda. Mungkin baru bisa setelah musim haji (terbang dari Kediri),” aku Samsul Hadi, direktur utama sekaligus pembimbing haji dan umrah Travel Multazam Al Hadi ketika dihubungi kemarin.

Menurut Hadi, ketidakbisaan travelnya ikut dalam penerbangan umrah perdana di Bandara Dhoho karena soal jadwal.

Mereka sudah melakukan pemesanan jauh sebelum ada kepastian penerbangan umrah dari Kediri.

Karena itulah jadwal terbang hingga bulan Syawal nanti masih melalui Bandara Juanda Surabaya.

Namun demikian, dia menegaskan walaupun belum bisa ikut penerbangan perdana, pihaknya mendukung penuh penerbangan umrah dari Bandara Dhoho.

Meskipun, dia belum berani menjamin bahwa travelnya akan langsung memanfaatkan hal ini.

Sebab, dia harus terlebih dulu memastikan kepastian tanggal terbang. Hadi takut jika penerbangannya bisa dibatalkan sewaktu-waktu.

“Nanti kami akan merapat dengan pihak penerbangan Dhoho. Asalkan penjaminan betul terbang. Karena sekali tidak terbang, kami bisa rugi besar,” dalihnya.

Dia kembali menekankan bahwa komitmen ini yang perlu dipegang. Mereka siap melakukan penerbangan dari Bandara Dhoh Kediri. Dengan catatan penerbangan tidak boleh gagal.

“Karena ini menyangkut pemesanan hotel, bus, dan fasilitas lain di lokasi umrah,” tandasnya.

Hal serupa juga disampaikan owner Rameyza Tour and Travel Siti Maslihah. Dia menegaskan dukungan penuhnya dengan adanya penerbangan umrah dari Kediri.

“Tapi untuk 2 Maret kami belum bisa. Karena kami sudah booking lewat Juanda,” kilahnya.

Serupa dengan Samsul, yang harus dipastikan adalah jadwal terbang. Pasalnya jadwal yang tidak pasti bisa merusak pemesanan fasilitas lainnya.

“Karena kalau tiba-tiba berubah itu yang jadi masalah. Karena hotel tidak bisa berubah. Kalau hotel sudah dipesan kemudian pindah bisa rugi. Selain itu cari hotel lagi juga sulit,” akunya.

Terlepas dari jadwal penerbangan, dia mengaku senang dengan adanya penerbangan umrah lewat Kediri. Pasalnya untuk lakukan penerbangan bisa lebih praktis.

“Jadi gak perlu perjalanan ke Surabaya dulu, bisa langsung ke Kediri,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, penerbangan umrah perdana dari Bandara Dhoho Kediri dipastikan berlangsung pada 2 Maret.

Penerbangan perdana ini sempat mundur beberapa kali. Penyebabnya adalah belum turunnya izin penerbangan umrah di bandara domestik.

Izin melakukan penerbangan internasional itu baru dikantongi oleh Bandara Dhoho pada 25 November tahun lalu.

Melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 146 yang mengizinkan Bandara Dhoho melakukan penerbangan umrah.

Menindaklanjuti izin itu, Pemkab Kediri bersama otoritas bandara dan sejumlah instansi melakukan rapat persiapan.

Termasuk memberikan dukungan untuk penerbangan umrah. Dan akhirnya disepakati penerbangan perdana akan dilakukan 2 Maret ini.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #bandara dhoho kediri #travel #umrah perdana #jawapos #biro perjalanan haji