JP Radar Kediri – Imbas pemangkasan anggaran, PHK besar-besaran bahkan hingga 1.000 jurnasis RRI dan TVRI menuai sorotan publik.
Disamping perbincangan tersebut, muncul video viral yang memperlihatkan seorang penyiar RRI curhat kepada Presiden Prabowo sambal menangis.
Ia mengeluhkan kondisi miris yang tengah dialami jurnalis RRI. Disamping anak mereka mendapat makan bergizi gratis, namun orang tua mereka justru harus di PHK akibat pemangkasan anggaran.
Diketahui, Hendrasmo, Direktur Utama Radio Republik Indonesia (RRI) mengatakan bahwa Kementerian Keuangan memangkas pagu anggaran RRI sebesar Rp 170 miliyar dari total sebelumnya yang sebesar Rp 1,07 triliun menjadi Rp 899 miliar.
Baca Juga: Viral Penyiar RRI Curhat Sambil Nangis : Anak Diberi Makan Gratis Tapi Orang Tua di PHK
Dengan jumlah tersebut, Kemenkeu membaginya menjadi dua, yaitu Rp 562 miliar atau untuk belanja pegawai, dan sisanya Rp 168 miliar untuk tugas pokok dan fungsi, operasional dan modal belanja.
Imbas pemangkasan anggaran tersebut, juga dilakukan PHK hingga penutupan siaran radio yakni programa 4 dan programa 5.
Bahkan, durasi siaran diketahui juga dikurangi. Yang tadinya 9 jam menjadi 5 jam karena harus menghemat penggunaan listrik.
Meski demikian, Hendrasmo menyebut program tersebut akan kembali mengudara setelah Kemenkeu memberikan keringanan berupa potongan yang semula direncanakan Rp 335 miliar menjadi Rp 170 miliar.
Baca Juga: AJI Indonesia Sikapi Pemotongan Anggaran Operasional RRI-TVRI yang Berdampak PHK
Sebelumnya diketahui, Presiden Prabowo Subianto memangkas anggaran ke kementerian dan lembaga (K/L) lewat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 pada 22 Januari lalu.
Untuk menindak lebih lanjut instruksi tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan surat edaran Nomor S-37/MK.02/2025 tertanggal 24 Januari 2025 tentang Efisiensi Belanja K/L dalam Pelaksanaan APBN TA 2025.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah