JP Radar Kediri – Media sosial tengah dihebohkan dengan video yang menapilkan seorang penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate melakukan siaran sambal nangis.
Penyiar yang diketahui memiliki nama Sarnisa A Kadir itu mengunggah curhatannya di akun Instagram @aiinizzaa.
Saat menyampaikan keluh kesahnya itu, sambil menangis wanita itu mengungkapkan bahwa dirinya paham akan tujuan efisiensi anggaran untuk program pemerintah seperti makan gratis anak-anak.
Baca Juga: AJI Indonesia Sikapi Pemotongan Anggaran Operasional RRI-TVRI yang Berdampak PHK
Namun, disisi lain ia mempertanyakan nasib pegawai yang di PHK.
"Sudahkah bapak berpikir bahwa ketika pagi hari bapak berhasil memberikan makanan gratis dan bergizi untuk anak-anak, tapi ketika mereka pulang ke rumah, mereka dapati orang tua mereka tidak bisa memberikan makan siang dan makan malam yang layak, karena ternyata orangtua mereka harus di-PHK, harus dirumahkan karena efisiensi yang telah bapak lakukan,” ujarnya dalam video tersebut.
Dalam ungkapannya, Sarnisa juga mempertanyakan kecintaan Presiden Prabowo terhadap rakyatnya, ditengah banyaknya orang tua yang mengalami pemutusan hubungan kerja dan harus dirumahkan karena alasan efisiensi.
"Di mana letak yang Bapak bilang bahwa, bapak mencintai rakyat Bapak," ujar dia.
Namun tak lama usai viralnya video tersebut, kini unggahannya itu telah dihapus, dan akun media sosialnya diprivasi.
Baca Juga: Viral Video Penusukan Sopir Bus Damri di Lampung, Begini Update Kasusnya
Seperti diketahui, pada Selasa, 11 Februari 2025, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) melakukan PHK sebagian kontributor daerah mereka akibat efisiensi anggaran.
Adapun Kementerian Keuangan memangkas pagu anggaran RRI sebesar Rp 170 miliyar dari total sebelumnya sebesar Rp 1,07 triliun menjadi Rp 899 miliar.
Dengan jumlah tersebut, Kemenkeu membaginya menjadi dua, yaitu Rp 562 miliar untuk belanja pegawai, dan sisanya Rp 168 miliar untuk tugas pokok dan fungsi, operasional dan modal belanja.
Imbas pemangkasan anggaran tersebut, dilakukan PHK hingga penutupan siaran radio yakni programa 4 dan programa 5.
Bahkan, durasi siaran diketahui juga dikurangi. Yang tadinya 9 jam menjadi 5 jam karena harus menghemat penggunaan listrik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah