Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kronologi Lengkap Keracunan Massal karena Hajatan Nikahan di Tempel Sleman, Korbannya Capai Ratusan

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 10 Februari 2025 | 19:09 WIB
Hajatan dari salah rumah warga di Tempeh, Sleman menyebabkan ratusan orang mengalami keracunan massal.
Hajatan dari salah rumah warga di Tempeh, Sleman menyebabkan ratusan orang mengalami keracunan massal.

JP Radar Kediri – Hajatan berujung petaka, inilah yang terjadi di Dusun Krasakan, Kelurahan Lumbungrejo, Kecamatan Kapanewon Tempel, Sleman, Minggu (9/2).

Diduga hajatan dari salah rumah warga menyebabkan ratusan orang mengalami keracunan massal.

Akibatnya, pemerintah setempat memberikan status kejadian itu menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Dilansir dari Jawa Pos Radar Jogja, keracunan massal ini berawal ketika masyarakat seusai mengunjungi sebuah acara hajatan di salah satu rumah warga.

Menu dihidangkan di hajatan tersebut di antaranya bakso, sate, siomay, es krim dan krecek serta sejumlah aneka minuman.

Setidaknya ada 130 orang yang mengalami keracunan. Bahkan jumlah korban masih dimungkinkan terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengatakan, keracunan terjadi sejak pagi. Dia menegaskan, pihaknya bersama tim Field Epidemiology Training Program (FETP) sudah berada di lapangan untuk mengecek maupun mengevakuasi korban keracunan untuk di bawa ke puskesmas.

"Puskesmas Tempel 1 sudah buka posko kesehatan di rumah warga. Lintas sektor juga sudah buka posko laporan di kapanewon," ujarnya.

Selain puskesmas, korban keracunan juga telah dirujuk ke rumah sakit seperti di RSUD Sleman, RS Queen Latifa, RS PKU Muhammadiyah Sleman, RSUD Muntilan, RSA UGM dan RS JIH.

Sementara itu, kronologi yang disampaikan oleh Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencan Daerah (Pusdalops BPBD) Sleman, pada Sabtu (8/2/2025) saat siang hari ada hajatan nikahan.

Lalu pada pukul 19.00 sebagian warga merasakan demam, pusing, menggigil, dan diare. 

Kepala Puskesmas Tempel 1 Diana Kusumawati mengatakan, awalnya korban hanya 26 orang. Ketika membuka posko kesehatan di depan Klinik Pratama HM Sosromiharjo, korban terus bertambah.

Diana juga menyebut, pihaknya telah diambil sampel pada beberapa makanan hajatan. Mulai dari siomay, sate ayam, es krim, bakso, hingga krecek.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #keracunan massal #kejadian luar biasa #sleman #jawa tengah