Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Makna dan Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia, Apakah Kamu juga Melakukannya?

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 10 April 2024 | 15:00 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Hari Raya Idul Fitri menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia.  Setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan merayakan kemenangan di hari tersebut.

Namun, biasanya menjelang hari raya, masyarakat akan berbondong-bondong membeli baju di swalayan. Tradisi semacam ini identik dengan hari raya. Tapi sebenarnya apa sih makna hari raya Idul Fitri itu?

Makna Hari Raya Idul Fitri

Pada dasarnya makna Hari Raya Idul Fitri tak hanya sekadar kembali suci, melainkan sebuah bentuk refleksi diri dan bentuk syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa.

Makna Idul Fitri tak lepas dari tujuan yang akan dicapai dalam kewajiban puasa, yakni sebagai manusia yang bertaqwa. Tetapi didalam idul fitri pada dasarnya juga sebagai waktu untuk amal yang dikenal dengan zakat al-fitr.

Idul fitri berasal dari dua kata “id” dan “al-fitri”. Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Sedangkan kata ‘fitri’ berarti bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan.

Sering kali, banyak orang yang terlena dengan makna Idul Fitri. Tak sedikit orang membeli baju baru atau menyediakan makanan yang banyak untuk merayakan hari raya. Hal semacam ini pada dasarnya tidak salah, namun sebagai umat muslim kita juga dilarang untuk berlebihan.. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memaknai Idul Fitri secara sungguh-sungguh.

Hari raya idul fitri bukan soal banyaknya makanan yang kita punya, melainkan berapa banyak bantuan yang kita beri untuk mereka yang kekurangan dan seberapa bersih hati kita untuk mau memaafkan orang lain.

Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia

1. Mudik

Mudik merupakan salah satu tradisi fenomenal yang dilakukan masyarakat Indonesia. Biasanya masyarakat yang melakukan mudik adalah mereka yang berada di perantauan untuk kemudian pulang ke kampung halaman.

Tradisi ini biasanya dilakukan beberapa hari mendekati hari raya idul fitri. Adapun tujuan mudik tentu untuk bisa berkumpul dengan orang tua dan sanak keluarga. Kegiatan ini menjadi suatu hal yang sangat membahagiakan menjelang hari raya idul fitri.

2. Ziarah Kubur

Sehari sebelum hari raya idul fitri, biasanya umat muslim mengunjungi makam orang tua maupun keluarga yang telah meninggal. Ketika ziarah kubur atau nyekar, pada umumnya peziarah akan mendoakan seperti membaca tahlil, menaburkan bunga, dan menyiramkan air di atas kuburannya.

Ziarah ini menjadi salah satu amalan sunah yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut :

Dari Buraidah, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan 'hujran' (ucapan-ucapan batil)," (HR Muslim).

3. Malam Takbiran

Tradisi lebaran selanjutnya yang identik dengan umat muslim di Indonesia adalah malam takbiran. Takbiran adalah tradisi masyarakat muslim Indonesia menjelang hari raya yang dilakukan pada malam sebelum idul fitri.

Biasanya pada saat takbiran, orang-orang akan berkeliling mengumandangkan takbir sambil menabuh bedug dengan sangat meriah. Tak jarang, takbiran dilakukan dengan berkeliling menggunakan kendaraan atau mobil bak terbuka, diikuti anak-anak dan pemuda memukul beduk dan bertakbir sepanjang jalan.

4. Silaturahmi Idul Fitri

Pada hari raya idul fitri rasanya tak afdol jika tidak meminta maaf kepada para tetangga dan kerabat. Silaturrahmi ini biasanya dilakukan setelah salat Ied dengan kegiatan sungkem atau saling bersalaman untuk meminta maaf.

Rasulullah SAW Bersabda: "(Hakikat) orang yang menyambung silaturahmi itu bukan orang yang membalas kebaikan (Dengan kebaikan). Akan tetapi ia yang apabila silaturahminya terputus, bergegas menyambungnya." (HR Bukhari)

5. Makan Ketupat

Ketupat adalah salah satu makanan yang identik dengan hari raya idul fitri. Makan ketupat menjadi tradisi yang ada setiap kali lebaran di Indonesia. Biasanya setelah pulang melaksanakan salat ied, keluarga akan berkumpul dan menikmati hidangan ketupat.

Makanan yang terbuat dari beras yang dikemas di dalam daun ketupat atau janur ini biasanya dihidangkan dengan opor ayam. Namun tak jarang ketupat juga dijadikan hiasan dekorasi yang menunjukkan idul fitri.

6. Membagikan THR

Pembagian THR menjadi tradisi yang paling menyenangkan dan ditunggu oleh anak-anak. Tunjangan Hari Raya atau THR dimaknai sebagai pemberian uang saku kepada anak-anak kecil dan kerabat. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, namun membagikan amplop kepada para keponakan menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.Tak hanya itu saja, beberapa perusahaan juga membagikan THR kepada para karyawannya.



Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #makna #jawapos #hari raya iduk fitri