KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Wonorejo punya target bisa meraih status desa mandiri. Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan peran bumdes. Badan usaha milik desa ini kini sudah memiliki tujuh unit usaha.
Boleh dikata, perkembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wonorejo Maju sangat pesat. Jumlah unit usaha meningkat yang berimbas pada meningkatkan pendapatan. Seperti yang terlihat dalam laporan ketika kegiatan musyawarah desa.
"Untuk gaji karyawan sudah mampu diatasi sendiri oleh bumdes," kata Kepala Desa Wonorejo Zainal Abidin.
Dalam kepengurusan lama, bumdes ini memiliki unit usaha pom mini, peminjaman alat pertukangan, hingga peternakan. Kemudian, ketika Zainal terpilih jadi kades, dia melakukan beberapa pembenahan.
“Pada 2023 lalu, selain pembenahan juga mengganti nama dan kepengurusan,” terang Zainal.
Dalam kepengurusan baru, beberapa unit usaha dipertahankan. Seperti pom mini dan peternakan kambing - sapi. Kemudian ada unit usaha baru yang dibuat. Yaitu pembayaran online yang meliputi pembayaran pajak kendaraan hingga listrik.
“Bumdes ini juga bekerjasama dengan Bank Jatim dalam hal transfer,” kata laki-laki 34 tahun tersebut.
Karena itu, warga yang ingin transfer tak perlu ke bank atau ATM. Mereka cukup mendatangi bumdes dan melakukan transaksi yang diinginkan.
Selain itu Pemdes Wonorejo juga bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). Terutama yang terkait dengan pembibitan pohon sengon. Nantinya bumdes menyiapkan anggaran untuk pembibitan. Jika bibit sudah setinggi satu meter akan dijual ke LMDH.
Masih ada lagi rencana 2024 ini. Mereka akan bekerja sama dengan Bulog. Juga sudah merencanakan menambah modal. Harapannya, bila bumdes berkembang pesat akan menopang upaya mereka menjadi desa mandiri. Bila menjadi desa mandiri mereka akan lebih bebas dalam mengelola anggaran.
Aplikasi untuk Mempermudah Pelayanan Warga
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Desa Wonorejo untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Salah satunya dengan mengembangkan pelayanan online dengan menggunakan website desa.
“Website ini membantu masyarakat agar lebih mengetahui program desa dan perangkat desa,” terang Kades Zainal.
Kades yang baru memulai tugasnya pada 2023 ini bercerita, setelah dilantik baru mengetahui selama ini pelayanan di desanya masih manual. Mengurus surat masih ditulis tangan.
“Karena kurang efisien, akhirnya dikembangkan menjadi online agar lebih cepat,” imbuhnya.
Persiapan penggunaan website pelayanan online sekitar satu tahun. Meski belum di launching, website tersebut sempat diikutkan dalam lomba desa inovasi yang diadakan oleh Kabupaten Kediri. Sekaligus untuk melihat kekurangan dari sistem.
“Setelah itu perlu dilakukan pembenahan,” kata laki-laki kelahiran 1989 tersebut.
Website milik desa ini nanti akan disinkronkan dengan website milik Pemerintah Kabupaten Kediri. Mulai dari tampilan hingga laporan yang diupload di website tersebut.
Website Desa Wonorejo memiliki beragam informasi. Mulai data wilayah, golongan darah, pembangunan, daftar pemilih tetap (DPT), lapak desa, produk hukum, status IDM hingga data tentang penduduknya.
Selain itu website ini memiliki layanan mandiri. Saat warga membutuhkan surat atau kebutuhan lainnya bisa mendaftar online. Sehingga saat datang ke desa hanya tinggal mengambil berkas yang sudah jadi.
Ke depan, pemdes akan mengoptimalkan peran rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Agar bisa membantu warga yang belum pandai menggunakan teknologi. (ara/fud)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah