Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Kepuh, Papar, Kabupaten Kediri: Mengubah Bumi Perkemahan Tak Terpakai Menjadi Hutan Desa

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 20 Maret 2024 | 18:07 WIB

 

RINDANG: Lokasi Taman Juwet yang lama tak digunakan sebagai bumi perkemahan. Pemdes Kepuh berencana menjadikan tempat ini sebagai lokasi edu-wisata
RINDANG: Lokasi Taman Juwet yang lama tak digunakan sebagai bumi perkemahan. Pemdes Kepuh berencana menjadikan tempat ini sebagai lokasi edu-wisata

KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Kepuh, Kecamatan Papar memiliki luas wilayah mencapai 615 hektare. Menariknya, tak hanya terdiri dari permukiman dan persawahan saja. Ada satu bagian yang merupakan lahan peninggalan zaman kolonial Belanda. Luasnya mencapai satu hektare.

Lahan tersebut sering dinamakan Taman Juwet. Ini karena banyaknya pohon juwet yang tumbuh di area ini. Karena banyak pohon inilah membuat lahan ini juga difungsikan sebagai bumi perkemahan. Yang biasa digunakan dalam jambore pramuka.

"Namun sudah lama tidak digunakan untuk jambore. Terakhir kali pada 2019 silam," terang Kepala Desa (Kades) Kepuh Joni Hariyadi.

Agar kembali berfungsi dan tidak menjadi lahan menganggur, Pemdes Kepuh memiliki rencana. Membuah lahan tersebut sebagai Taman Hutan Desa. Selain bisa menjadi ruang terbuka hijau sekaligus menjadi edu-wisata alias wisata edukasi.

Untuk mewujudkan hal  itu, beberapa fasilitas dibangun. Seperti gazebo atau saung, wahana bermain anak, rest area, hingga area lapak pedagang. Dengan catatan, semua pembangunan itu tak merusak keberadaan vegetasi yang sudah ada.

Menurut kades 48 tahun ini, pembangunan sudah berlangsung sejak 2023. Dengan pengerjaan awal dalah lapak kuliner. Karena menggunakan anggaran dari dana desa (DD) pengerjaan rencana ini harus berlangsung bertahap.

Soal pendidikan, Pemdes Kepuh sangat peduli. Mereka mengadakan sarana belajar mulai tingkatan taman posyandu (tapos), pendidikan anak usia dini (PAUD), dan taman kanak-kanak (TK). Sayang, dari ketiganya, hanya tapos yang belum punya gedung belajar.

"Mereka masih memanfaatkan gedung olahraga sebagai tempat berkegiatan," jelas Kades Joni Hariyadi.

Padahal, tapos di Desa Kepuhada sejak 2019. Jumlah pesertanya pun bertambah setiap tahun. Kini, mereka memiliki 35 anak.

Karena masih menggunakan gedung olahraga, beberapa kali terganggu ketika ada kegiatan. Bahkan lokasi tapos ini sempat pindah ke pendapa yang ada di bumi perkemahan.

“Padahal sesuai dengan prosedur gedung tapos harus memiliki dinding,” terang Kades Joni.

Karena itulah pemdes akhirnya memprogramkan pembangunan gedung untuk tapos. Rencananya akan mulai dikerjakan tahun depan.

Sambil menunggu gedung tapos dibangun, beberapa hal dilakukan untuk penyiasatan. Seperti mengalihfungsikan gudang desa menjadi ruang guru dan penyimpan barang.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#desa milenial #kediri #kepung #bumi perkemahan