Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jokowi Kagum Fasilitas SMKN Jateng yang Menjadi Terobosan Ganjar Pranowo

Anwar Bahar Basalamah • Sabtu, 23 September 2023 | 14:00 WIB
SIAP KERJA: Presiden Joko Widodo didampingi Ganjar Pranowo usai berdialog dengan siswa SMKN Jateng.
SIAP KERJA: Presiden Joko Widodo didampingi Ganjar Pranowo usai berdialog dengan siswa SMKN Jateng.

SEMARANG, JP Radar Kediri -Terobosan Ganjar Pranowo dalam mengembangkan SMKN Jawa Tengah (Jateng) yang merupakan sekolah gratis untuk siswa miskin, agaknya bisa diadopsi oleh pemerintah daerah di Kediri Raya demi peningkatan derajat hidup masyarakatnya. Pasalnya, bukan hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), lulusannya yang berkompeten membuat mereka langsung diterima di sejumlah perusahaan. Dampaknya, jumlah pengangguran berkurang signifikan.

Keberhasilan pembelajaran di SMKN Jateng di Kota Semarang itu pula yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepincut. Sekolah tersebut terbukti bisa meringankan warga kurang mampu. Orang nomor satu di Indonesia itu pun siap menerapkan konsep serupa di seluruh provinsi lain di Indonesia.

SMKN Jateng merupakan sekolah gratis untuk siswa miskin. Siswa mendapat fasilitas berupa asrama, seragam, makan-minum, serta biaya sekolah. Sekolah ini diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah waktu itu, Ganjar Pranowo. Kali pertama berdiri pada 2014, sekolah asrama gratis khusus siswa miskin itu telah meluluskan ribuan siswa. Total sudah ada tujuh angkatan dengan 1.837 orang lulusan.

“Saya kira ini sebuah inisiatif yang sangat bagus dari Gubernur Jateng. Ini dulunya BLK, digeser menjadi SMK, dan khusus untuk keluarga yang tidak mampu,” kata Jokowi saat berkunjung ke SMKN Jateng di Semarang, Rabu (30/8) lalu.

Menurut Presiden, ada dua alasan yang membuatnya kepincut SMK Jateng. Pertama, itu bagus untuk keluarga yang tidak mampu dan tidak dipungut biaya. Justru sekolah dibiayai semua oleh Pemerintah Provinsi Jateng. Termasuk seragam, sepatu, makan, hingga boarding school yang sangat bagus.

“Kedua, saya melihat sarana dan prasarana, kalau saya melihat SMK di provinsi lainnya jauh lebih bagus mesin-mesinnya, CNC sampai ke mesin dasar semua ada,” tambahnya.

Selanjutnya, tutur Jokowi, lulusannya juga telah dihubungkan (link) ke semua industri. Selain itu, ada pula kursus bahasa Jepang untuk lulusan yang mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan ke Jepang. Jokowi menilai hal ini bagus untuk penanganan kemiskinan. “Nanti saya akan perintah Mendikbud untuk datang ke sini. Dievaluasi lagi agar bisa diperluas ke provinsi lain,” jelasnya.

Terpisah, siswa SMKN Jateng Yunita Indriyani Kurnia mengaku terbantu karena bisa sekolah di SMKN Jateng. Dengan bersekolah di SMK Jateng, dia berharap bisa membantu ekonomi keluarga.“Harapannya, semoga SMK lebih maju lagi walaupun jabatan Gubernur Jateng Pak Ganjar Pranowo telah usai. Semoga Pak Ganjar bisa menjadi Presiden Indonesia,” paparnya.

Siswa peserta kursus Bahasa Jepang Hilmy Nur Aditiyawan menerangkan, dia merupakan lulusan SMKN Jateng yang saat ini menempuh kuliah beasiswa di Jepang.“SMKN Jateng sangat bermanfaat karena saya dari keluarga pas-pasan. Harapan kami sekolah full beasiswa ini bisa diangkat sebagai program nasional,” pintanya. 

Ganjar Pranowo pun mengaku senang dan terharu karena lulusan SMKN Jawa Tengah menjadi rebutan perusahaan-perusahaan dalam merekrut tenaga kerja. Selain itu juga mampu menembus seleksi masuk perguruan tinggi.

“Saya senang karena lulusan SMKN Jateng sudah 70 persen terserap di dunia kerja. Bahkan ada beberapa yang zooming karena sudah bekerja di luar negeri. Ada yang ke Jerman dan juga diterima di perguruan tinggi,” tuturnya.

Editor : Anwar Bahar Basalamah