Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ikut Lapak Ganjar, Order Pelaku Usaha Asal Boyolali Ini Naik Dua Kali Lipat

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 22 September 2023 | 14:00 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Kristanti Nareswari, pemilik usaha Setyo Handmade dari Boyolali, menunjukkan produk daur ulang limbah kertasnya.
RAMAH LINGKUNGAN: Kristanti Nareswari, pemilik usaha Setyo Handmade dari Boyolali, menunjukkan produk daur ulang limbah kertasnya.

BOYOLALI, JP Radar Kediri - Langkah Ganjar Pranowo memanfaatkan akun Instagram miliknya untuk mempromosikan produk-produk UMKM di Jawa Tengah terbukti efektif meningkatkan omzet para pelaku usaha. Langkah serupa diharapkan bisa ditiru oleh pelaku UMKM di Kediri Raya agar penjualan mereka bisa naik signifikan.

Akses media sosial oleh masyarakat yang tinggi, dinilai efektif sebagai alat promosi dan jual beli. Sejumlah pelaku UMKM di Jawa Tengah yang telah bergabung dengan Lapak Ganjar, telah membuktikan hal tersebut. Omzet penjualan mereka naik setelah produknya dipromosikan di akun Instagram Ganjar Pranowo.

Seperti diungkapkan oleh Kristanti Nareswari, pemilik usaha Setyo Handmade di Boyolali. Dia mengaku sangat terbantu setelah produknya dipromosikan di Lapak Ganjar. Sejak ditayangkan melalui media sosial milik Ganjar Pranowo itu, kerajinan limbah kertas korannya semakin dikenal masyarakat.

Bukan saja oleh masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga di luar Jawa Tengah, bahkan luar Pulau Jawa. Dampaknya, order produk daur ulang tersebut meningkat pesat. Bahkan, saking kewalahannya menerima order, Kristanti bersama suami harus rela bekerja lembur.

“Sempat harus ngelembur sampai jam 2 (dini hari). Kadang ngecat malam. Jadi, siangnya kita tinggal pengeringan,” kata Kristanti saat ditemui di rumah sekaligus tempat kerajinannya di Perumahan Miraijati 3, RT 3, RW 7, Desa Ledok, Mojorejo, Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (7/4) lalu.

Kristanti menjelaskan, sebulan sebelum ikut Lapak Ganjar, penjualan masih biasa saja. Dalam sehari tas yang laku hanya 10 buah. Namun, setelah produknya dipromosikan melalui Lapak Ganjar, penjualan tas berbahan limbah kertas korannya bisa sampai 15—20 buah per hari. 

Untuk diketahui, Setyo Handmade mengolah kertas koran menjadi kerajinan. Seperti tas, wadah tisu, alas tatakan gelas, keranjang pensil, gantungan kunci, kalung, dan sebagainya. Seluruh produk dikerjakan secara manual. Mulai dilinting hingga diolah jadi kerajinan menarik.

Dia menilai produknya diminati masyarakat karena termasuk ramah lingkungan. Yakni berasal dari limbah kertas. Usaha yang dijalani Setyo Handmade juga bisa membantu mencegah kerusakan lingkungan karena mendaur ulang limbah kertas koran. ”Promosi melalui Lapak Ganjar efektif untuk membantu pemasaran produk UMKM,” tuturnya.

Lapak Ganjar merupakan inisiatif Ganjar selama menjabat gubernur Jawa Tengah. Menggunakan Instagram dengan jutaan follower, Ganjar membantu pelaku UMKM untuk menjual produk unggulannya.

Produk-produk UMKM bergantian di-posting Ganjar. Cara itu ternyata sukses. Produk yang di-repost mendapat perhatian dari banyak warga hingga di luar Jateng.

Sejak memimpin Jateng pada 2013, UMKM merupakan salah satu fokus kerja Ganjar. Pendampingan, pelatihan, pemberian akses modal, hingga pemasaran telah diberikan. Tujuannya agar UMKM Jateng naik kelas. ”Kita ikut senang UKM bisa naik kelas,” ujar Ganjar.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#umkm #ganjar pranowo #pemprov jateng #pilpres