Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiga Sekolah Kurang Murid

adi nugroho • Minggu, 1 Juli 2018 | 02:38 WIB
tiga-sekolah-kurang-murid
tiga-sekolah-kurang-murid


KEDIRI KABUPATEN - Tiga SMA di Kabupaten Kediri belum penuhi pagu yang disediakan. Bahkan ada yang kurang hingga 50 siswa. Padahal sejak kemarin proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah masuk tahap daftar ulang.


Salah satu sekolah yang belum memenuhi pagu itu adalah SMAN 1 Purwoasri.


"Hingga hari ini (kemarin, Red) yang daftar PPDB online 218 (siswa)," ujar panitia PPBD SMAN 1 Purwoasri Fugu Widodo.


Menurut Fugu kuota pagu mereka adalah 274. Walaupun sudah ditambah hasil PPDB offline, pagu tetap belum terpenuhi. Sebab, dari PPDB offline itu diperoleh 13 siswa.


Kemarin, siswa yang sudah dinyatakan diterima di sekolah tersebut mulai melakukan daftar ulang. Menurut Fugu banyak wali murid yang bertanya tentang PPDB gelombang kedua. Hanya saja, soal PPDB gelombang kedua itu belum ada informasi resmi.


"Harapannya sih ada (PPDB gelombang kedua). Karena ada beberapa sekolah di SMA kota juga masih ada kuota seratusan," tutur Fugu.


Ia tak bisa membayangkan jika ketika kuota sebanyak itu tak ada siswa yang masuk sekolah. Karena itu dia berharap ada PPDB gelombang kedua seperti tahun sebelumnya. 


"Tahun kemarin juga ada PPDB gelombang kedua. Itu pun masih ada kuota 16 siswa (yang tak terisi)," jelas Fugu.


Apakah ada siswa dari Kota Kediri yang diterima di SMAN 1 Purwoasri? Fugu mengaku ada. Tak jumlahnya tak terlalu banyak. "Itupun biasanya masuk pada PPDB gelombang kedua," paparnya.


Beberapa siswa dari sekolah kota tersebut banyak yang akhirnya mutasi ke kota. Pasalnya jarak tempuh yang jauh membuat mereka tak bertahan lama. "Boleh pindah tapi minimal harus sekolah satu semester dulu. Asal sekolah yang dituju juga ada kuota," katanya.


Berdasarkan pantauan di ppdbjatim.net, hingga penutupan PPDB ada tiga sekolah yang belum memenuhi pagu. Selain SMAN 1 Purwoasri yang kurang 56 siswa, SMAN 1 Plosoklaten juga kurang 17 siswa dan SMAN 1 Wates masih kurang tujuh siswa.


Bagaimana dengan Cabdispendik Jatim wilayah Kediri? Menurut Kasi Pendidikan SMA dan SMK Sidik Purnomo, pihaknya masih menunggu informasi terkait kemungkinan digelar PPDB gelombang kedua. "Masih belum ada  info," aku Sidik.


Sementara itu, setelah dini harinya pendaftar PPDB mengetahui hasil melalui pengumuman online, kemarin pagi mereka yang dinyatakan diterima mulai membanjiri sekolah pilihannya. Melakukan pendaftaran ulang.


Nah, terkait dengan proses pendaftaran ulang itu, Cabdispendik Jatim wilayah Kediri mengingatkan agar sekolah tak melakukan pungutan sepeser pun.


Kasi Pendidikan SMA/SMK Sidik Purnomo menegaskan, dalam daftar ulang tersebut peserta hanya mengisi formulir kesanggupan dan niat di sekolah yang mereka pilih. Sedangkan untuk pungutan, tidak ada. Terutama yang terkait dengan biaya daftar ulang.


“Ya hanya menyatakan bahwa anak itu benar-benar akan bersekolah di sekolah itu saja hal yang ada di daftar ulang,” terang Sidik.


Bagaimana dengan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP)? Sidik menerangkan hal itu akan diatur setelah daftar ulang. Karena iuran SPP di satuan SMA dan SMK merupakan kewajiban setiap siswa nantinya.


Sementara, yang terkait kebutuhan siswa seperti seragam prosesnya nanti diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing atau di setiap sekolah. “Bisa nanti beli di koperasi sekolah, bisa di luar sekolah, bisa juga dari bekas kakak kelas yang sudah lulus,” ucap Sidik.


Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri di SMKN 2 Kediri kemarin terlihat calon peserta didik yang diterima mulai melakukan daftar ulang. Terlihat pihak sekolah beberapa kali memberikan instruksi dengan pengeras suara. Salah satu pengumuman yang disampaikan adalah bahwa pendaftaran ulang di tempat itu tanpa ada pungutan alias gratis.


“Hari ini (kemarin, Red) di sekolah kami juga melakukan daftar ulang,” terang Totok Sunaryanto, waka kesiswaan SMKN 2 Kediri.


Dia menerangkan bahwa di sekolahnya mulai pagi sudah menyiapkan papan pengumuman untuk para siswa yang ingin melihat hasil PPDB. Walaupun sebenarnya di internet juga sudah ada. Setelah itu, para calon peserta kemudian hanya melakukan daftar ulang. Dengan diberi blangko formulir untuk mengisi data pribadi, pernyataan pribadi, dan pernyataan dari orang tua.


“Formulir itu diisi, diberi materai, dan ditempeli foto. Sudah itu saja tanpa harus membayar apapun,” terangnya.


Pria yang juga sebagai Ketua Pelaksana PPDB SMKN 2 Kediri ini menerangkan bahwa hari ini blangko tersebut diberikan kepada para calon peserta didik yang diterima. Kemudian mereka diminta kembali hari ini untuk menyerahkan formulir tersebut. Setelah itu pihak sekolah mengumpulkan mereka per-jurusan masing-masing. Tujuannya untuk persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung mulai 16 Juli nanti.


“Terpantau masih lancar untuk pendaftaran ulang di sekolah kami,” tegas Totok.

Editor : adi nugroho
#pendaftaran #ppdb #sekolah #nganjuk