Pantang Pulang Sebelum Padam

adi nugroho • Dipublikasikan Sabtu, 23 Juni 2018 | 01:43 WIB
pantang-pulang-sebelum-padam
pantang-pulang-sebelum-padam

Tak hanya Arif, pengalaman selama menjadi anggota tim petugas pemadam kebakaran juga telah dirasakan Sunaryo, 49. Salah satu komandan regu damkar ini pun memiliki harapan. Agar masyarakat bisa bekerjasama dengan PMK selain dalam hal pencegahan dini, mereka juga harus memiliki nomor PMK di nomor 391 113.


“Selama ini kami sudah memberikan edukasi, bagaimana langkah-langkah untuk laporan saat terjadi kebakaran,” ujar Sunaryo.


Kalau masyarakat laporan ke PMK alamat tempat kejadian haruslah lengkap. Ini untuk memudahkan petugas saat menuju lokasi. Karena beberapa kali warga menginformasikan alamat yang tidak lengkap, ini membuat petugas menjadi kebingungan.


“Kan di Kabupaten Kediri ini nama desanya banyak yang sama Mas. Sebagai contoh kemarin informasinya hanya bilang Desa Sumberagung saja, tidak menyebutkan secara lengkap,” jelas pria 49 tahun itu. Ternyata yang terjadi kebakaran adalah di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates. Padahal petugas sudah  perjalanan ke Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten.


Sunaryo mengaku sebenarnya personil PMK Kabupaten Kediri ini masih terbatas. Namun dengan keterbatasan ini mereka harus tetap semangat dalam bertugas.


Tak jarang mereka mendapat kabar untuk perbantuan ke luar daerah. Seperti Jombang, Nganjuk dan Malang. Karena daerah tersebut merupakan wilayah yang paling dekat dengan Pare.


“Memang pekerjaan kita penuh risiko, kalau ada apa-apa kami sudah siap secara mental,” pungkas ayah 3 anak itu.


Salah satunya adalah saat melakukan pemadaman. Kalau ada listrik yang masih menyala, itu sangat berbahaya karena air tersebut bisa menghantarkan listrik. “Jadi harus benar-benar memastikan keamanan dengan cek kondisi listrik,” imbuhnya.


Kemarin pernah ada rumah yang disemprot itu listriknya masih menyala. Beruntung pancaran air yang disemprot tidak terlalu kencang. Jadi hanya percikan listrik saja yang terlihat, tidak sampai menghantarkan listrik ke badan petugas.


Menurut pria asal Desa Gadungan, Kecamatan Puncu itu, secara batin setelah menyelesaikan pekerjaan merupakan kepuasan tersendiri. Karena mereka telah menolong keselamatan orang lain. “Di sini kami memiliki slogan, yaitu pantang pulang sebelum padam. Dan apabila setiap ada kejadian, kami malah semangat untuk berangkat bertugas,” pungkas Sunaryo. 

Editor : adi nugroho
pemadam kebakaran kebakaran api