Pengendara yang melewati tol Wilangan-Kertosono harus ekstrawaspada. Pasalnya, kondisi jalan belum 100 persen mulus. Di beberapa titik ditemukan gundukan jalan pembatas kecepatan seperti halnya polisi tidur. Tidak hanya itu, masih ada ruas yang terputus dan memaksa pengendara pindah jalur untuk melanjutkan perjalanan.
Pantauan koran ini kemarin, setidaknya ada sekitar 10 gundukan jalan mulai overpass Ngrengket, Sukomoro sampai rest area di Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom. Lokasinya tersebar di beberapa titik jalan tol.
Karenanya, jika pengendara tidak berhati-hati, sangat berisiko terjadi kecelakaan. Selain gundukan, masih banyak jalan terputus. Misalnya di sekitar ruas tol di daerah Sukomoro. Karena masih dalam tahap pengerjaan, pelaksana tol harus menutup beberapa ruas dan mengalihkan ke jalur lain.
Mengantisipasi hal tersebut, pelaksana tol mengarahkan jalan ke jalur satunya yang sudah dibeton lean concrete (lapisan beton dasar). Selain itu, ada banyak persimpangan di sepanjang tol. Salah satunya di persimpangan Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Tol Solo-Kertosono Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Agung Sutarjo mengakui, progres jalan tol masih sekitar 73 persen. Karena itulah, kondisinya belum 100 persen mulus. “Karena masih fungsional, tidak semua jalan kondisinya bagus,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu sebagai penanda bagi pengendara. Rambu-rambu itu di antaranya dipasang di persimpangan. Di samping itu, kementerian juga memasang rambu peringatan kondisi jalan yang curam.
Atas kondisi itu, Agung mengatakan, batas kecepatan kendaraan yang melintas di ruas tol Kertosono-Wilangan hanya 40 km/jam. Lebih dari itu, sangat berisiko bagi pengendara. “Wajib mematuhi batas kecepatan,” lanjutnya mengingatkan.
Sementara itu, ada dua titik rest area di ruas tol Kertosono-Wilangan yang bisa dimanfaatkan pengendara beristirahat. Pertama rest area di dekat Masjid Al Falah di Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom. Rest area tersebut dikoordinasi oleh Kementeria PUPR.
Sedangkan rest area kedua di dekat interchange di Desa Ngrengket, Kecamatan Sukomoro di bawah koordinasi PT Adhi Karya. Koordinator Rest Area Desa Sambirejo Anton mengatakan, ada beberapa sarana dan prasarna (sarpras) yang disediakan.
Selain tempat istirahat, kementerian juga menyediakan toilet portable. Selain itu, beberapa warga setempat juga akan berjualan di sana. “Nanti ada tempat sendiri untuk warga berjualan di sekitar rest area,” katanya.
Editor : adi nugroho