Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Alfa Voice, Grup Nasyid MAN 2 Kota Kediri, Juara Syiar Anak Negeri

adi nugroho • Senin, 11 Juni 2018 | 20:32 WIB
alfa-voice-grup-nasyid-man-2-kota-kediri-juara-syiar-anak-negeri
alfa-voice-grup-nasyid-man-2-kota-kediri-juara-syiar-anak-negeri

Selama di Jakarta Alfa Voice tampil tiga kali. Di babak 12 besar, 6 besar, dan di grandfinal. Penampilan yang terakhir membuat para anggota grup puas. Karena juri menilai mereka tidak ada kurangnya. Perfect!


 


MOH. FIKRI ZULFIKAR


 


Ruang di rumah dinas MAN 2 Kota Kediri diwarnai dengan raut wajah gembira. Penuh canda. Beberapa remaja itu saling melempar canda. Mengenang perjuangan mereka dalam ‘Syiar Anak Negeri’. Satu lomba nasyid yang diglear oleh Kementerian Agama (Kemenang) bekerja sama dengan Metro TV.


Mereka yang bergembira itu adalah lima anggota Alfa Voice. M. Wildan Habibi yang menjadi suara dua dan dakwah. Juga vokal utama serta tartil Alquran Hafiduddin. Juga, Septian Dwi Pamungkas pada beat box, M. Faris Wilfary pada suara satu, dan Reyhand Akira Hafidz sebagai suara bas.


“Saat pengumuman grup kami yang menang. Anak-anak di atas panggung langsung sujud syukur. Malah, rata-rata kami langsung menangis,” ujar Abdul Fakhor, pembina Alfa Voice.


Menurut Fakhor, perjuangan anak didiknya bisa menjadi juara tak mudah. Di awal, mereka harus berkompetisi dengan 138 grup. Setelah itu masuk 12 besar, enam besar, dan di grandfinal yang menyisakan tiga grup.


“Di final kami paling puas karena penilaian juri bahwa kita tidak ada kurangnya. Perfect,” terang guru Alquran – Hadis ini.


Hafiduddin pun berkata senada. Apresiasi juri itu membangkitkan semangatnya agar terus berkarya. Menurut juri, dari sisi perform, konten dakwah, hingga kreasi aransemen musik acapella grup ini tidak ada yang kurang. “Kami rasa saat tampil lebih bagus dari saat latihan. Memang dibantu oleh Tuhan, sehingga usai tampil rasanya puas sekali,” ungkap siswa kelas XI IPS 3 ini.


Padahal, sambung Wildan, saat latihan dia kerap lupa materi. Apalagi satu jam sebelum tampil dia merasa blank. Final membuat dia terbebani. “Namun berkat pertolongan Tuhan, saat tampil semuanya malah ingat. Malahan banyak kata-kata di materi, saya tambah-tambahkan secara improve dan itu tidak ada saat di latihan,” ujar siswa kelas X IPA 4 ini.


Juri pun, memberi nilai Alfa Voice 100 persen. Tanpa cela. Terutama di penampilan terakhir yang bertema sosial media itu. Mereka mengemas dengan luwes. Penuh interaksi dengan penonton di studio. Materi dibawakan dengan diselipi komedi. Agar suasana dakwah lewat syair itu menjadi cair. “Ini mungkin kekuatan kami, berbeda dengan dua finalis lain yang lebih serius membawakan materi,” ujar Wildan yang juga kerap dipanggil Towil ini.


Selain itu, suara musik juga mereka tambahi dengan unsure music jawa. Sebagai penegas mereka tak meninggalkan unsur budaya. Dan aktornya adlaah Septian. Dia mengeluarkan suara seperti gamelan melalui mulutnya. Sambil dipadu dengan beat box-nya. “Musik asli Jawa kami tampilkan juga dalam permainan acapella kami,” terang siswa kelas X IPA 4 ini.


Bagi anggota grup ini, tampil di ajang seperti itu menjadikan mereka banyak pengalaman. Tak hanya teknik nasyid baru yang belum pernah mereka ketahui. Juga, cerita lucu lain seperti ketinggalan pesawat karena rata-rata mereka baru pertama naik pesawat udara.


Soal kereografi, mereka juga mendapat pengalaman tambahan. Hal itu penting agar mereka tak monoton. Terlebih, saat tampil selalu disiarkan televisi nasional dan ditonton banyak orang. “Dulu gerakan kita hanya kanan dan kiri saja, sangat monoton. Berbeda setelah kita mendapatkan materi dari para mentor,” terang Septian.


Mereka memang beruntung mendapatkan mentor berlevel nasional. Untuk aransemen lagu misalnya, pelatihnya dari Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN). Sedangkan untuk materi dakwah dimentori Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.


Yang membuat grup ini bertambah bangga adalah tawaran rekaman oleh studio rekaman di Semarang. Mereka pun kini bersiap untuk rekaman album nasyid mereka. “Kami ingin agar grup ini terus bertahan,” ujar Reyhand.


Agaknya keinginan Reyhand ini akan tercapai. Karena setelah lulus ini mereka merencanakan akan tetap satu kampus. Mereka keinginan mereka untuk mempertahankan grup nasyid ini hingga setelah lulus MAN 2 Kota Kediri. Hal itu bisa tercapai karena personil Alfa Voice ini berhak mendapatkan beasiswa full dari Kementerian Agama RI. “Insyaallah nanti kita juga akan se-kampus lagi agar grup nasyid ini tetap eksis,” tegasnya


 

Editor : adi nugroho
#kediri #anak