KEDIRI KABUPATEN - Rencana pembangunan bandara di Kediri diyakini mampu menggenjot semua potensi. Baik itu wisata hingga perekonomian. Harapannya, pemerintah daerah benar-benar bisa menjadikan bandara itu bukan jadi tempat transit saja.
Hal ini diungkapkan Anggota DPR RI Komisi XI M Sarmuji saat berkunjung ke kantar Jawa Pos Radar Kediri, kemarin (7/6). “Bandara bukan sekadar tempat orang hilir mudik, tapi sekarang sebagai model estalase potensi daerah,” paparnya.
Selama ini, menurutnya, potensi Kediri belum begitu terlihat apabila dibandingkan dengan kota-kota lain seperti Batu atau Malang. Termasuk potensi wisata, sektor yang bisa menggerakkan ekonomi daerah.
Oleh karenanya, dengan adanya bandara yang digadang-gadang akan didirikan tahun 2019 ini semakin menumbuhkan perekonomian Kediri. Pun orang-orang dari luar daerah bisa melihat langsung potensi ini.
Menurut pria yang juga Wasekjen Partai Golkar ini sebenarnya bukan dalam hal potensi wisata saja, tapi dari sektor harga tanah juga mengalami kenaikan. “Itu karena tanah di dekat bandara memiliki nilai ekonomi yang besar,” imbuhnya.
Sarmuji juga menjelaskan kalau sebelum ke Jawa Pos Radar Kediri, dirinya sempat mampir ke pasar murah di Tarokan. Di mana ia melihat geliat pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil. Meski kini berada dalam bulan-bulan mendekati lebaran. “Stok barang cukup, harga relatif stabil,” ungkapnya.
Dikatakan Sarmuji, tujuan adanya pasar murah itu juga agar pedagang tidak sembarangan dalam menaikkan harga. Pasalnya, selama mendekati lebaran ini banyak pedagang nakal yang memainkan harga. Selain ada pasar murah, dirinya optimis tingkat perekonomian bakal merangkak naik. Pun tingkat inflasi bisa ditekan seminim mungkin. “Kemarin sejak hari-hari puasa hingga sekarang hanya 0,21 persen,” tuturnya.
Sarmuji menjelaskan bahwa pihaknya yakin geliat ekonomi lebaran hingga paska lebaran semakin meningkat. Pasalnya pada waktu lebaran ada pembagian THR dan gaji ke 13 bagi PNS. Hal ini bisa menstimulir pengeluaran masyarakat.
Adapun menurut Sarmuji, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini, yakni lebaran dan paska lebaran lebih meningkat daripada kuartal pertama. Terutama ditambah paska lebaran adanya pemilukada di masyarakat. “Insyaallah kuartal kedua ini pertumbuhan semakin membaik,” ungkapnya. Perkiraannya, pada kuartal kedua ini bisa mencapai 5.03 %. “Kalau kemarin kuartal pertama kan 5.01%,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho